Lukas 9:43b-62

Kebersamaan yang Mengubah Hidup

18 Maret 2025
GI Purnama

Kebersamaan Kristus dengan para murid-Nya merupakan bagian dari proses pembentukan atau proses pemuridan yang dijalani oleh para murid. Melalui kebersamaan itu, pola pikir dan pola hidup para murid diubah secara berangsur-angsur. Perhatikan bahwa saat Tuhan Yesus mulai memberitahu para murid tentang jalan salib atau penderitaan yang hendak Ia jalani, para murid kebingungan (9:44-45). Sementara Tuhan Yesus menghadapi perjalanan yang berat—terutama secara emosional—menuju kayu salib, para murid justru berdebat karena ingin menempati posisi sebagai pemimpin atau sebagai tokoh nomor satu. Untuk menyelesaikan perdebatan itu, Tuhan Yesus justru menempatkan seorang anak kecil sebagai model bagi seorang pemimpin. Pemimpin harus memiliki hati yang tulus dan tidak boleh memiliki niat tersembunyi yang dimaksudkan untuk meninggikan diri sendiri. Saat Yohanes menceritakan pengalamannya mencegah praktik pengusiran setan yang dilakukan oleh orang dari luar kelompok para murid, Tuhan Yesus mencela sikap Yohanes yang mencampuri perilaku orang di luar kelompok mereka. Tuhan Yesus juga mencela sikap Yakobus dan Yohanes yang marah dan ingin menghukum orang-orang Samaria yang menolak Kristus. Melalui kebersamaan, Tuhan Yesus mengajarkan cara bersikap dan cara berpikir kepada para murid-Nya.

Kebersamaan merupakan arena untuk mengajarkan pola pikir dan prinsip-prinsip kehidupan yang praktis. Sayangnya, pada masa kini, banyak pemimpin Kristen yang tidak pernah memanfaatkan kebersamaan sebagai arena untuk membina. Sebagian pemimpin Kristen memandang kelas-kelas pembinaan sebagai satu-satunya arena untuk membina. Dengan demikian, pembinaan Kristen sering menjadi sangat teoretis dan tidak menjawab masalah-masalah praktis yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikanlah bahwa kitab-kitab Injil tidak hanya mencatat pengajaran Tuhan Yesus yang dilakukan di tempat ibadah atau sinagoge saja, tetapi juga menceritakan pengajaran Tuhan Yesus yang dilakukan di berbagai tempat dalam kehidupan sehari-hari seperti di sawah, di lapangan, dalam perjalanan, dan sebagainya.

Bagaimanakah proses pemuridan yang dilakukan di gereja Anda? Apakah Anda—para pemimpin Kristen, termasuk anggota majelis gereja, guru sekolah minggu, pemimpin kelompok kecil, dan orang yang telah lama menjadi Kristen—telah membiasakan diri untuk memanfaatkan saat kebersamaan sebagai kesempatan untuk membicarakan prinsip-prinsip kekristenan yang diterapkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari? Apakah Anda—para orang tua Kristen—telah berusaha membagikan prinsip-prinsip kekristenan secara praktis kepada anak-anak Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design