Bacaan Alkitab hari ini memperdalam pemahaman kita tentang dua hal yang paling penting dalam hukum Taurat, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Perlu disadari bahwa mengasihi tidak boleh hanya sekadar menjadi wacana atau bahan pembicaraan, tetapi harus dipraktikkan menjadi aksi nyata. Menurut hukum Taurat, mengasihi Allah dan sesama adalah syarat memperoleh hidup yang kekal. Tidak ada orang yang bisa mengasihi secara sempurna. Syukurlah bahwa Kristus telah menggantikan kita memenuhi semua tuntutan Allah.
Untuk memperdalam pemahaman tentang mengasihi sesama manusia, Tuhan Yesus menceritakan sebuah kisah perampokan (10:30-35). Saat melihat peristiwa tersebut, imam dan orang Lewi tidak merespons. Akan tetapi, orang Samaria—yang dianggap kafir oleh orang Yahudi—justru segera merespons dengan memberi pertolongan darurat, lalu membawa si korban ke penginapan. Saat hendak melanjutkan perjalanan, orang Samaria itu meminta pemilik penginapan melanjutkan perawatan, dan ia meninggalkan uang untuk biaya menginap serta biaya perawatan si korban. Bila uang yang ia tinggalkan tidak cukup, ia berjanji untuk melunasi kekurangan biaya saat ia lewat dalam perjalanan pulang. Bagi orang Samaria itu, kepedulian terhadap sesama manusia berarti bahwa ia memperhatikan keperluan orang itu dan berusaha memenuhi keperluannya.
Untuk memperdalam pemahaman tentang mengasihi Allah, perhatikanlah kontras antara sikap Marta dan sikap Maria terhadap Tuhan Yesus. Marta mengira bahwa mengasihi Tuhan Yesus harus dilakukan dengan sibuk melayani. Akan tetapi, bagi Maria, mengasihi Tuhan Yesus itu dilakukan dengan duduk mendengarkan perkataan Tuhan Yesus. Ternyata bahwa Tuhan Yesus membenarkan sikap Maria. Mengasihi Allah bukanlah sekadar melayani Allah, tetapi yang lebih utama adalah mengenal Dia! Bila kita mengenal Allah dengan baik, kita akan mengenal kehendak-Nya dengan lebih baik, dan selanjutnya, kita bisa melakukan apa yang berkenan di hati Allah.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita untuk mengevaluasi kasih kita terhadap Allah dan terhadap sesama manusia. Apakah Anda sudah benar-benar mengasihi sesama manusia? Apakah Anda sudah menunjukkan kepedulian terhadap orang-orang di sekitar Anda? Apakah Anda peduli terhadap keluarga dan tetangga Anda? Apakah cara hidup Anda memperlihatkan bahwa Anda mengasihi Allah? Apakah Anda telah menyediakan waktu untuk memperdalam pengenalan Anda akan Allah? Apakah pengenalan Anda akan Allah telah menjadi dorongan bagi Anda untuk melayani Dia?