Kita harus meningkatkan pemahaman kita tentang doa. Para murid sering melihat Tuhan Yesus berdoa. Kita tidak tahu apakah Tuhan Yesus berdoa dengan bersuara atau tidak bersuara. Yang jelas, mereka minta petunjuk untuk berdoa. Bila Anda adalah orang Kristen lama yang telah terbiasa berdoa, Anda mungkin mengatakan bahwa seharusnya, setiap orang Kristen secara otomatis bisa berdoa. Akan tetapi, kenyataannya berbeda. Para murid Tuhan Yesus—saat melihat bahwa Tuhan Yesus berdoa dengan tekun setiap hari, siang maupun malam—merasa bahwa mereka tidak bisa berdoa dengan mutu yang sama. Oleh karena itu, mereka meminta Tuhan Yesus mengajar mereka berdoa.
Tuhan Yesus mengajar para murid-Nya untuk menghormati Allah di dalam doa. Doa harus dimulai dengan mengemukakan kepentingan Allah. "dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu." (11:2). Setelah itu, barulah kita menyampaikan keperluan kita, "Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah dosa-dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." (11:3-4). Perlu diingat bahwa kita harus menyampaikan permohonan kita kepada Allah. Walaupun kadang-kadang Allah mengabulkan jeritan isi hati yang belum terungkap dengan kata-kata, secara umum, Allah menghendaki agar kita menyampaikan permohonan kita dengan kata-kata sebagai ungkapan kesungguhan dan kesediaan merendahkan diri di hadapan Allah. Saat kita memohon kepada Allah, kita menempatkan diri sebagai anak-anak Allah yang bergantung kepada Allah Bapa di surga (11:5-13). Saat Anda berdoa kepada Allah, apakah Anda memuliakan Allah? Bagaimana Anda menempatkan diri: Apakah Anda menempatkan diri sebagai seorang bos yang sedang memerintah pegawainya atau Anda menempatkan diri sebagai seorang anak yang sedang meminta kepada Bapanya?
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa kita harus terus meningkatkan kualitas doa kita. Apakah kualitas doa Anda makin hari makin meningkat atau Anda justru makin kehilangan gairah dalam berdoa? Apakah Anda pernah memperhatikan contoh-contoh doa dalam Alkitab dan meniru hal-hal yang baik—misalnya cara mengungkapkan rasa hormat kepada Allah—untuk meningkatkan kualitas doa Anda? Apakah Anda telah membiasakan diri untuk berdoa bersama dalam keluarga dan dengan demikian secara tidak langsung melatih anggota keluarga yang lebih muda untuk membiasakan diri berdoa kepada Tuhan dalam segala situasi? Apakah Anda pernah membaca buku-buku Kristen tentang doa untuk meningkatkan kualitas doa Anda?