Hubungan antara orang beriman dengan Allah bisa digambarkan melalui berbagai macam cara, antara lain seperti hubungan anak dan Bapak. Dalam bacaan Alkitab hari ini—yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali—hubungan antara orang beriman dengan Kristus digambarkan sebagai hubungan antara hamba dan Tuan pemilik hamba itu. Orang percaya harus menanti kedatangan Kristus kedua kali sama seperti seorang hamba harus menanti tuannya yang pergi jauh dan belum kembali. Hamba yang baik adalah hamba yang didapati sedang berjaga-jaga—dengan cara tetap setia melaksanakan tugas—saat tuannya pulang, sedangkan hamba yang jahat adalah hamba yang berperilaku seenaknya karena tidak sadar bahwa ia harus bertanggung jawab kepada tuannya.
Bagaimana cara berjaga-jaga saat menanti kedatangan Kristus yang kedua kali? Alkitab menyebutkan bahwa waktu kedatangan Kristus itu seperti waktu kedatangan pencuri yang tidak mungkin bisa kita perkirakan dengan pasti (12:40). Kristus pasti akan datang kembali, tetapi waktu kedatangannya tidak bisa kita pastikan dan tidak boleh diramalkan. Berspekulasi tentang kapan Kristus datang kembali hanyalah praktik yang memalukan diri sendiri. Kristus akan datang secara mendadak pada waktu yang hanya Allah yang tahu! Oleh karena itu, berjaga-jaga harus kita lakukan dalam jangka panjang, bukan seperti mengadakan acara pada waktu yang spesifik. Berjaga-jaga berarti bahwa kita harus dengan setia melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus, dan tugas itu harus kita gali di dalam firman-Nya. Berjaga-jaga berarti bahwa selama menanti, kita tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hati Allah. Ada orang yang terlalu bersemangat menanti kedatangan Kristus, lalu ia menjual semua hartanya, lalu pindah ke Yerusalem untuk menanti kedatangan Tuhan Yesus di sana. Cara menanti kedatangan Kristus seperti ini harus dihindari karena berbuat seperti itu berarti kita mengabaikan tugas yang diberikan Allah yang seharusnya kita lakukan dengan setia!
Yakinkah Anda bahwa Kristus pasti akan datang kembali untuk yang kedua kali? Apa yang Anda lakukan saat menanti kedatangan Kristus? Apakah Anda yakin bahwa Anda akan disebut sebagai "hamba yang setia" saat Kristus datang untuk kedua kali atau Anda kuatir bahwa Anda akan disebut sebagai "hamba yang jahat dan malas" karena Anda tidak melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan? Apakah kesadaran akan kepastian kedatangan Kristus yang kedua kali memiliki dampak dalam kehidupan Anda dan pelayanan Anda?