Kasih dan Pengampunan di dalam Kristus

Terimalah Seorang akan Yang Lain dalam Kasih

28 Februari 2015
Kasih dan Pengampunan di dalam Kristus

Surat Filemon adalah surat yang sifatnya sangat pribadi dan merupakan surat terpendek dari semua surat Rasul Paulus. Rasul Paulus menuliskan surat ini kepada Filemon sewaktu ia dipenjara di kota Roma kira-kira tahun 61-62 AD. Surat ini terkait erat dengan sebuah masalah yang tergolong sensitif, yaitu masalah sebagai berikut: Onesimus—budak Filemon—telah melarikan diri dari tuannya dan tampaknya mencuri sesuatu (uang) dari Filemon. Namun, kemudian ia bertemu dengan Rasul Paulus dan akhirnya percaya kepada Kristus, bahkan menjadi orang yang sangat berguna bagi Rasul Paulus dalam pelayanannya. Meskipun keberadaan Onesimus sangat berguna bagi pelayanannya, Rasul Paulus tahu bawa ia harus bertanggung jawab—sebagai warga negara Roma—untuk mengembalikan Onesimus kepada Filemon. Namun, Rasul Paulus juga menyadari bahwa tindakannya ini bisa membuat Onesimus tidak lagi bebas untuk menjalin persahabatan dan membantu dirinya. Oleh karena itu, Rasul Paulus mengirimkan Onesimus kembali ke Kolose bersama dengan surat Filemon yang singkat ini.

Surat Filemon berisi permohonan Rasul Paulus agar Filemon bersedia menerima kembali Onesimus dalam hubungan yang baru, yaitu sebagai saudara dalam Kristus. Rasul Paulus berharap agar Filemon bersedia menerima Onesimus dengan penerimaan yang sama seperti penerimaannya terhadap Rasul Paulus (Filemon 1:17). Banyak ahli Perjanjian Baru yang berpendapat bahwa Rasul Paulus sebetulnya meminta agar Onesimus dapat dibebaskan dan diserahkan kepadanya demi pelayanan kristiani. Bahkan, Rasul Paulus rela membayar kerugian yang dialami oleh Filemon akibat tindakan Onesimus. Memang, kita tidak tahu apa yang terjadi dengan Onesimus ketika ia kembali kepada Filemon. Ada kemungkinan bahwa Filemon kemudian melepaskan Onesimus untuk melayani bersama dengan Rasul Paulus. Pada awal abad kedua, bapa Gereja Ignatius menyebut tentang seorang bernama Onesimus yang menjadi pemimpin jemaat di Efesus dan melukiskannya sebagai “seorang yang memiliki kasih yang tak terlukiskan” dan “ada seorang uskup yang sangat baik”. Ada yang menduga bahwa Onesimus dan orang yang dimaksud oleh Ignatius adalah orang yang sama. Namun, terlepas dari semua kemungkinan itu, kita bisa melihat bahwa surat ini memberikan kepada kita potret yang indah tentang kasih dan pengampunan yang seharusnya ada di dalam tubuh Kristus. [CG]


Sabtu, 28 Februari 2015

Bacaan Alkitab hari ini: Filemon 1


Onesimus adalah hamba Filemon. Ia pernah merugikan Filemon, kemungkinan karena ia mencuri sesuatu, lalu kabur. Sesuai dengan hukum yang berlaku saat itu, apabila seorang budak melarikan diri dari tuannya, maka kesalahannya patut diganjar dengan hukuman mati. Dalam pelariannya itu, Onesimus bertemu dengan Rasul Paulus dan akhirnya menjadi percaya kepada Kristus. Hidupnya pun mengalami suatu perubahan. Dulu ia tidak berguna ketika ia lari dari tuannya. Namun, setelah ia percaya kepada Kristus, ia menjadi orang yang sangat berguna. Onesimus yang sekarang bukanlah Onesimus yang dulu. Rasul Paulus memakai permainan kata—dalam bahasa Yunani—yang terkait erat dengan nama Onesimus, “dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.” (1:11). Karena itu, Rasul Paulus meminta kepada Filemon agar bersedia menerima Onesimus kembali bukan sebagai hamba tetapi sebagai saudara yang kekasih, bahkan seperti Filemon menerima dirinya.

Sebenarnya, Rasul Paulus mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan apa yang harus Filemon lakukan, namun ia tidak mau memakai otoritas rohaninya untuk memaksa Filemon. Rasul Paulus ingin Filemon menerima Onesimus dengan sukarela, dengan kasih yang keluar dari hati, bukan karena terpaksa. Ia berjanji bahwa segala kerugian Filemon karena tindakan Onesimus akan dia tanggung. Rasul Paulus meminta agar Filemon tidak lagi mengungkit kesalahan di masa lalu dan mau menerima Onesimus kembali sebagai saudara seiman, karena Onesimus sekarang sudah berubah. Pengalaman dikasihi dan diampuni Tuhan seharusnya mendorong kita untuk mengasihi dan mengampuni orang lain? Sudahkah Saudara mengasihi dan mengampuni orang lain yang bersalah kepada Saudara? [CG]

Filemon 1:17

“Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.”
Pokok Doa
1. Generasi Muda Indonesia.
2. Pembina Pemuda dan Remaja GKY.
3. Yayasan Gema Kasih Yobel.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design