Mengenal Ikatan Perjanjian dalam Kitab Maleakhi

Percayakah Anda akan Kasih Tuhan?

10 Mei 2015
Mengenal Ikatan Perjanjian dalam Kitab Maleakhi

Maleakhi adalah Kitab terakhir dalam Perjanjian Lama. Setelah itu, selama ± 400 tahun, Tuhan tidak berfirman pada umat-Nya hingga masa Perjanjian Baru dimulai, yaitu saat Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus lahir. Nabi Maleakhi bernubuat sekitar tahun 400 BC, yaitu pada masa akhir pelayanan dan kepemimpinan Nehemia. Nabi Hagai dan Nabi Zakharia mendorong umat Tuhan untuk membangun kembali Bait Allah (di bawah kepemimpinan Ezra), dan Nehemia memimpin mereka untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Kini, giliran Nabi Maleakhi memimpin umat Allah membangun kembali Kota Yerusalem.
Sebutan "Maleakhi" berartiU "Utusan (pembawa berita)-Ku". Sebutan itu menunjukkan apa yang dia lakukan. Pada masa itu, orang Israel yang kembali dari pembuangan Babel mulai memasuki zona nyaman. Yang dituntut pemerintah Persia hanyalah mereka membayar pajak/upeti. Sebagai gantinya, mereka aman. Hidup menjadi lebih mudah dibandingkan saat berada di bawah penjajahan Babel. Tembok Yerusalem sudah berdiri kembali, Bait Allah juga sudah selesai dibangun. Mereka mulai membangun usaha/ pekerjaan dan memperindah rumah dan mereka. Kehidupan mulai terasa enak dan nyaman. Di tengah situasi keterlelapan ini, Nabi Maleakhi memanggil umat Israel untuk memperbarui iman mereka. Ia memberitakan inti dari penyembahan karena walaupun umat Israel pergi ke Bait Allah, melakukan semua ritual agama, namun hati mereka menjauh dari Tuhan. Apa yang Tuhan cari bukan sekedar penampilan luar dari hidup beragama, namun hubungan yang sejati dengan umat-Nya. Tuhan mencari hati yang murni, bukan sekadar penampilan luar.
Di dalam semua pemberitaan kenabian-Nya, Nabi Maleakhi juga menubuatkan kedatangan pemberita yang lain, yaitu Yohanes Pembaptis, yang memberitakan berita pertobatan, 400 tahun yang akan datang. Pada waktu yang sama, ia juga memperkenalkan Yesus Kristus, yaitu bahwa "Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya", Dialah “Malaikat Perjanjian”, Sang Messias (Maleakhi 3:1).
Salah satu tema besar di kitab ini adalah "Ikatan Perjanjian" (Covenant), yaitu bahwa Nabi Maleakhi mengingatkan kembali seluruh orang Israel untuk setia berpegang dan hidup di dalam Ikatan Perjanjian dengan Allah yang telah memilih, menebus, membawa mereka kembali dari tempat pembuangan, dan memberkati hidup mereka. Sebagai umat Tuhan, mereka harus hidup benar-benar menghormati Tuhan dan ikatan perjanjian yang telah diberikan kepada mereka. [GG]




Minggu, 10 Mei 2015

Bacaan Alkitab hari ini: Maleakhi 1:1-2:9


Air yang saya minum terasa menyegarkan. Namun, bagaimana saya bisa yakin bahwa air tersebut benar-benar berasal dari mata air pegunungan Alpen, seperti yang terlihat dari tulisan yang tertera di botolnya dan sesuai dengan harganya? Padahal, menurut laporan berita, saat ini hampir 40% air minum kemasan hanyalah air biasa dari PDAM atau sumur bor. Di negara-negara seperti Amerika dan Eropa, menurut salah satu berita, tes DNA terhadap sejumlah produk “daging sapi” menunjukkan adanya DNA kuda di antara produk-produk tersebut. Hal-hal seperti ini semakin memupuk keraguan dan ketidakpercayaan masyarakat.
Di tengah kemunduran rohani pada zaman Maleakhi, keraguan dan ketidakpercayaan telah merasuk begitu dalam di kehidupan rohani orang-orang Israel post-exilic (mereka yang baru kembali dari pembuangan di Babel). Keraguan dan Ketidakpercayaan inilah penyebab dosa-dosa di antara umat Israel (pasal 1) maupun para imam (pasal 2). Saat manusia mulai tidak mempercayai kasih Allah, saat itu pula rasa hormat/takut akan Tuhan mulai pupus (1:6) dan proses kemerosotan rohani mulai berlangsung (1:12-14). Itulah sebabnya, perkataan pertama yang Tuhan sampaikan melalui Nabi Maleakhi adalah, “Aku mengasihi kamu” (1:1).
Sepanjang kitab ini, kita dapat melihat bagaimana Tuhan mengkonfrontasi umat yang Ia kasihi dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana namun sangat mendasar, agar mereka kembali kepada Kasih-Nya yang begitu besar. Saat ini, bagaimana hubungan pribadi Anda dengan Tuhan? Apakah Anda masih sangat percaya dan masih selalu mengalami Kasih Tuhan yang begitu besar? Apakah ada hal-hal di sekeliling Anda yang mempengaruhi rasa percaya Anda akan Kasih Tuhan? Sebagaimana firman Tuhan yang kita baca hari ini, jagalah hati Anda dengan mengizinkan Roh Kudus untuk selalu bertanya dan menyapa Anda. [GG]

Yeremia 31:3b
"Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu"
Pokok Doa
1. Berdoa untuk korban gempa di Majene, Sulawesi Barat.
2. Berdoa untuk Ketua & Sekum Sinode GKY.
3. Berdoa untuk Kerohanian karyawan seluruh GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design