Di dunia ini, banyak orang mencari cara agar menjadi berguna dan berarti. Tak jarang, ukuran keberhasilan didasarkan pada pencapaian, status, atau pengakuan. Mazmur 92 menawarkan perspektif yang berbeda: Kehidupan menjadi berarti bukan didasarkan pada pencapaian di dunia, tetapi pada kedekatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Mazmur 92 diberi judul, "Nyanyian untuk hari Sabat." Mazmur ini tergolong sebagai mazmur pujian atau himne yang menekankan kebesaran, kesetiaan, dan keadilan Allah, khususnya dalam kontras antara nasib orang benar dan orang fasik. Mazmur ini dibagi menjadi tiga bagian: Pertama, pujian atas karya Allah (92:2-5). Pada bagian ini, pemazmur memuji Allah karena perbuatan-Nya yang ajaib, kasih setia-Nya, dan kebijaksanaan-Nya yang tak terbatas. Kedua, kontras antara orang fasik dan orang benar (92:6-12). Orang fasik mungkin—sementara—tampak berjaya, tetapi mereka akan binasa, sedangkan orang benar akan bertunas seperti pohon kurma dan pohon aras (simbol kemakmuran dan ketahanan). Ketiga, janji pemulihan (92:13-16). Orang benar akan tumbuh subur dan tetap segar, bahkan di usia tua. Hal ini mencerminkan berkat Allah yang abadi.
Perkataan pemazmur di bagian ketiga menggambarkan kehidupan orang benar yang berakar dalam Tuhan. Pohon kurma dan pohon aras adalah simbol kekuatan, ketahanan, dan nilai yang tinggi. Bertumbuh di dalam "Bait TUHAN" (92:14) menggambarkan kehidupan yang dekat dengan Allah, penuh penyembahan dan kesetiaan dalam relasi pribadi dengan Dia. Yang menarik, pertumbuhan ini tidak pernah berhenti, bahkan mereka "masih berbuah" di masa tua. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam Tuhan, seharusnya kita tetap berdampak hingga akhir hidup kita.
Bacaan Alkitab hari ini menantang kita untuk menilai kembali: Apakah Anda terus bertumbuh dalam Tuhan atau sekadar mengejar hal-hal duniawi? Apakah Anda "ditanam" di hadirat Tuhan—melalui firman, komunitas iman, dan penyembahan yang konsisten atau Anda berakar pada opini, pencapaian pribadi, atau kecemasan dunia? Mazmur ini memberi harapan bahwa orang yang hidup dalan Tuhan akan bertumbuh dan berbuah, tidak tergantung pada usia atau kondisi hidupnya. Di masa tua pun, kita tetap bisa menjadi berkat. Mazmur ini bukan sekadar nyanyian pujian, tetapi undangan untuk hidup dalam irama Sabat—berhenti dari hiruk pikuk hidup dan menikmati kehadiran Tuhan. Bila Anda memilih untuk "ditanam" di hadirat-Nya, hidup Anda akan seperti pohon kurma dan pohon aras Libanon yang bertumbuh kuat, memberi kesejukan, dan penuh buah rohani. Apakah hidup Anda terus bertumbuh secara rohani?