Mazmur 95

Mendengar Suara TUHAN

6 Januari 2026
GI Yorimarlina Umboh

Suara adalah salah satu sarana yang dipakai TUHAN untuk berbicara dengan umat-Nya. Namun, tidak mudah bagi kita untuk mendengar suara TUHAN. Mazmur 95 memuat ajakan yang kuat untuk datang menyembah Allah, serta merupakan peringatan serius agar kita tidak mengeraskan hati saat mendengar suara-Nya. Bacaan Alkitab hari ini menolong kita untuk menyadari bahwa menyembah Tuhan itu bukan soal ritual, tetapi respons hati yang taat kepada suara-Nya.

Mazmur 95 tergolong sebagai mazmur yang menggambarkan TUHAN sebagai Raja (Psalms of Yahweh’s Kingship), yaitu mazmur yang menekankan pemerintahan Allah atas ciptaan dan umat-Nya. Mazmur ini sering dipakai dalam liturgi ibadah, khususnya sebagai undangan untuk memulai ibadah. Tradisi Yahudi Kristen awal sering memakainya sebagai seruan untuk mengingatkan umat akan pentingnya mendengarkan TUHAN setiap hari. Mazmur ini terdiri dari dua bagian yang kontras: Bagian pertama (95:1-7a) adalah seruan penuh sukacita untuk datang menyembah TUHAN, sedangkan bagian kedua (95:7b-11) merupakan peringatan serius yang didasarkan pada sejarah umat Israel yang menolak mendengar suara TUHAN di padang gurun.

Frasa "Pada hari ini" (95:7b) menunjukkan urgensi rohani, yaitu bahwa setiap waktu adalah kesempatan baru untuk merespons suara TUHAN. Mazmur ini memperlihatkan ketegangan antara anugerah dan tanggung jawab: Allah memanggil dengan kasih, tetapi umat harus memilih untuk menaati atau menolak Dia. Perhatikan bahwa istilah "Meriba" dan "Masa" (95:8) bukan sekadar rujukan terhadap lokasi geografis, tetapi simbol dari kerasnya hati umat yang menuntut bukti dan menolak untuk percaya walaupun sudah mengalami karya TUHAN. Ayat 8 merupakan seruan yang berbicara langsung kepada hati manusia sampai masa kini. Dengan demikian, ayat ini mendesak umat agar tidak hanya menyembah secara lahiriah, tetapi mendengarkan dan menaati suara TUHAN.

Ada dua hal penting yang bisa kita pelajari dari bacaan Alkitab hari ini, yaitu: Pertama, penyembahan yang benar bukan hanya tentang nyanyian yang indah, tetapi hati yang tunduk dan penuh syukur kepada TUHAN. Penyembahan dimulai dengan pengenalan akan Tuhan sebagai Gembala dan Pencipta kita. Kedua, ketaatan kepada suara Tuhan merupakan bukti bahwa kita benar-benar menyembah Dia. Saat ini, kita bisa mendengar suara TUHAN dengan membaca firman-Nya serta membuka hati untuk dikoreksi dan dibimbing. Apakah Anda bersedia membuka hati dan dikoreksi oleh firman-Nya? Apakah Anda merasa sulit menerima koreksi dari TUHAN?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design