Mazmur 104

Ciptaan-Nya

15 Januari 2026
GI Yorimarlina Umboh

Pernahkah Anda duduk sebentar, meletakkan gawai, dan mengamati langit sore, awan yang bergerak perlahan, langit yang berwarna jingga menyala, atau tiupan angin yang membuat pepohonan menari? Di tengah dunia saat ini yang serba cepat, kita sering lupa bahwa setiap detail dari alam di sekitar kita bukan sekadar latar, tetapi karya seni yang diciptakan TUHAN dengan kebijaksanaan yang tidak terukur. Mazmur 104 menyadarkan kita bahwa dunia ini berdiri bukan karena kebetulan, tetapi karena hikmat Allah yang aktif dan penuh kasih.

Mazmur 104 merupakan mazmur pujian penciptaan yang menggemakan Kejadian 1. Banyak ahli Perjanjian Lama mencatat bahwa mazmur ini bukan hanya mengisahkan asal-usul dunia, tetapi juga membahas pemeliharaan berkelanjutan Tuhan atas ciptaan-Nya. Mazmur ini menampilkan TUHAN sebagai Raja Pencipta yang aktif mengatur air, menumbuhkan rumput, memberi makanan pada makhluk hidup, dan menetapkan ritme alam. Berbeda dengan pandangan dunia kuno yang seirng menggambarkan alam sebagai hasil pertarungan dewa, mazmur ini menghadirkan Allah sebagai Allah Israel sebagai satu-satunya Pribadi yang mencipta dengan damai, kebijaksanaan, dan tujuan.

Puncak perenungan pemazmur atas keberagaman dan keindahan ciptaan tercantum dalam ayat 24, "Betapa banyaknya perbuatan-Mu, ya TUHAN, segalanya Kaujadikan dengan hikmat, bumi penuh dengan ciptaan-Mu." Ayat ini merupakan frasa "hikmat" (hokmah) yang menekankan bahwa penciptaan bukan tindakan reaktif, tetapi karya yang terencana, teratur, dan sarat makna. Dalam literatur Ibrani, hokmah berkaitan dengan desain, ketetapan, dan keselamatan, seperti seorang arsitek ahli yang merancang bagan dengan detail yang sempurna. Dengan demikian, pemazmur tidak hanya menyatakan bahwa ciptaan itu banyak, tetapi setiap lapisan ekosistem, setiap makhluk, setiap siklus alam menunjukkan pemikiran dan tujuan Ilahi. Kalimat terakhir, "bumi penuh dengan ciptaan-Mu", mengajak pembaca untuk melihat dunia bukan sebagai ruang kosong, tetapi sebagai panggung kehidupan yang penuh dengan tanda kehadiran TUHAN.

Mazmur 104 mengingatkan kita bahwa segala yang ada di sekitar kita adalah karya TUHAN yang penuh hikmat. Melihat ciptaan dengan hati yang lebih peka akan menyadarkan kita bahwa TUHAN itu dekat, memelihara, dan hadir dalam setiap detail hidup kita. Semoga renungan ini menolong kita untuk lebih bersyukur, lebih percaya, dan lebih setia merawat apa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita. Apakah Anda pernah terpesona saat mengamati ciptaan TUHAN? Apa yang Anda pikirkan tentang hikmat TUHAN?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design