Mazmur 106

Kasih Setia

17 Januari 2026
GI Yorimarlina Umboh

Setiap orang pasti pernah mengalami momen saat ia merasa telah mengecewakan TUHAN, entah menyangkut keputusan yang salah, sikap yang keras kepala, atau kebiasaan buruk yang terus dilakukan secara berulang. Mungkin kita bertanya dalam hati, "Apakah Tuhan masih mau sabar terhadap diri saya?" Hal inilah yang diungkapkan pemazmur mengenai kegagalan umat TUHAN di sepanjang sejarah. Di saat yang sama, kegagalan itu menegaskan bahwa kasih setia Allah selalu melampaui ketidaksetiaan manusia. Mazmur 106 merupakan cermin yang menunjukkan terjadinya kegagalan, sekaligus menjadi pelukan lembut yang meneguhkan dan memulihkan.

Mazmur 105 menonjolkan karya Allah dalam sejarah, sedangkan mazmur 106 memperlihatkan kegagalan umat Israel dalam menghadapi karya tersebut. Mazmur ini merupakan pengakuan nasional yang mengingatkan bahwa umat Israel telah berulang kali berlaku tidak setia dengan melupakan perbuatan TUHAN (106:7); bersungut-sungut di padang gurun (106:25); memberontak terhadap Musa (106:16); menyembah anak lembu emas (106:19-20); hidup berbaur dan dan mengikuti praktik penyembahan berhala bangsa-bangsa kafir (106:35). Dalam setiap kegagalan itu, pemazmur menunjukkan bahwa TUHAN tetap bertindak berdasarkan kasih setia-Nya (hesed), Umat Allah dapat datang kembali kepada TUHAN karena Dia tidak berubah. Oleh sebab itu, Mazmur 106 dimulai dengan seruan, "Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!" (106:1). Ayat ini adalah pembuka yang kontras dengan isi mazmur yang penuh kegagalan. Pemazmur membuka dengan syukur sebelum mengingat kesalahan karena fondasi iman bukan terletak pada keberhasilan manusia, tetapi pada kesetiaan TUHAN. "Kasih setia" menandakan komitmen TUHAN yang tidak goyah, yang tidak didasarkan pada usaha manusia.

Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan bahwa sekalipun kita mengalami kegagalan, kasih setia Tuhan membuat Ia bersedia mengampuni. Kasih setia-Nya mampu memulihkan hidup kita. Akan tetapi, kita harus belajar untuk secara jujur mengakui setiap perbuatan dosa yang kita lakukan serta berjanji untuk tidak mengulanginya. Bila kita datang kepada TUHAN dengan hati yang hancur, Tuhan yang penuh belas kasihan selalu siap menarik kita untuk kembali ke dalam perjanjian-Nya. Mazmur ini mengingatkan kita bahwa pemulihan bukan dimulai dari kemampuan kita, tetapi dari kemurahan TUHAN yang tidak pernah letih untuk mengasihi umat-Nya. Apakah ada dosa yang belum Anda akui dengan jujur di hadapan Tuhan hari ini? Apakah langkah nyata yang harus Anda ambil agar tidak kembali pada pola dosa yang sama?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design