Ada anggapan bahwa Ibrani 6:1—"... marilah kita tinggalkan asas-asas pertama ajaran tentang Kristus ..."—adalah ajakan untuk murtad, yaitu bahwa orang Yahudi diminta untuk meninggalkan kekristenan dan kembali ke agama semula, yaitu Yudaisme atau agama Yahudi. Benarkah anggapan itu? Tentu saja anggapan itu salah! Anggapan itu justru bertolak belakang dengan pesan penulis surat Ibrani. Penulis mengingatkan orang Kristen Yahudi bahwa sebagai pengikut Kristus—ditinjau dari sudut waktu—seharusnya mereka sudah menjadi pengajar. Akan tetapi, ternyata bahwa mereka masih perlu diajar fondasi iman, padahal seharusnya keperluan mereka sudah berkembang ke arah pemikiran yang lebih dewasa. Sebagai orang yang sudah dewasa, seharusnya mereka memakan makanan keras, tetapi mereka masih memerlukan susu yang merupakan kebutuhan dasar seorang anak kecil (5:12-13).
Fondasi iman tentu saja penting. Akan tetapi, setelah lama menjadi Kristen, seharusnya iman dan pengenalan orang percaya kepada Tuhan makin mendalam, pemahaman terhadap ajaran Kitab Suci yang begitu kaya makin berkembang, fondasi iman sudah mantap, dan pertumbuhan rohani terus berlanjut (6:2-3). Sama seperti seseorang yang membangun rumah, setelah fondasi dibangun, ia harus melanjutkan dengan membangun struktur, tembok, pintu, atap, dan sebagainya di atas fondasi itu, sehingga terbentuk sebuah rumah yang utuh. Penulis mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap bahaya pemurtadan (6:4-6). Pada masa itu, banyak orang Yahudi yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, kemudian kembali kepada kepercayaan lama karena terpengaruh oleh ajaran para pembela Yudaisme (lihat renungan Ibrani 3). Mereka beranggapan bahwa kepercayaan mereka yang lama jauh lebih unggul dari Kekristenan. Selain itu, agar bisa hidup lebih aman dan terhindar dari penganiayaan karena mengikut Kristus, mereka meninggalkan iman. Itulah sebabnya, penulis Surat Ibrani terbeban untuk membuat suatu pembelaan iman Kristen dengan mengemukakan bahwa Kristus lebih unggul daripada para malaikat (1:5-14) dan lebih tinggi daripada Musa (3:1-6). Kristus adalah Imam Besar yang melintasi semua langit (4:14-5:10).
Berapa lama Anda sudah menjadi Kristen? Bagaimana pertumbuhan iman Anda? Setiap orang percaya harus terus-menerus bertumbuh dan berkembang. Proses belajar dan hidup dalam kebenaran Allah tidak pernah selesai sampai akhir hayat kita. Menjadi dewasa dalam iman bukanlah perkara mudah! Yang menjadi pertanyaan, apakah Anda memiliki niat dan telah terus-menerus berusaha untuk menjadi manusia yang makin dewasa dalam iman?