Ibrani 8

Allah Menepati Janji-Nya

25 Januari 2026
Pdt. Souw Suharwan

Perjanjian bersyarat adalah perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak, dan keduanya harus memenuhi kewajiban masing-masing. Jika salah satu pihak melanggar perjanjian, perjanjian itu batal. Perjanjian Allah dengan bangsa Israel melalui Musa—yang dikenal sebagai Perjanjian Sinai (Keluaran 19-24)—menjadi usang dan tidak berlaku karena ketidaksetiaan umat Israel. Sebagai gantinya, Allah membuat perjanjian baru melalui Yesus Kristus (8:8,9,13). Hal ini tidak berarti bahwa hukum Taurat sepenuhnya dihapus, melainkan bahwa perjanjian bersyarat yang dibuat di Sinai tidak berlaku lagi karena perjanjian yang lama—bukan Kitab Perjanjian Lama, tetapi warisan yang lama—dianggap tidak sempurna.

Dalam perjanjian yang lama, disepakati bahwa Allah akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat kesayangan-Nya. Allah setia memelihara dan menyayangi mereka dan umat seharusnya setia menjaga perjanjian itu dengan tetap beribadah kepada-Nya. Namun, umat Allah gagal menjaga perjanjian itu. Padahal, saat pengikatan perjanjian, Allah telah mengingatkan umat-Nya bahwa mereka bertanggung jawab untuk mematuhi perjanjian itu (Keluaran 19:5), dan mereka berjanji, "Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan." (Keluaran 19:8). Perjanjian itu masih terjaga pada zaman Musa dan Yosua, walaupun ada kasus-kasus pelanggaran. Akan tetapi, setelah memasuki Tanah Kanaan, tepatnya pada zaman hakim-hakim dan raja-raja, umat Allah mengingkari perjanjian itu dengan menyembah ilah asing dari bangsa-bangsa lain dan mempersembahkan korban bagi ilah-ilah itu. Mereka gagal mematuhi kesepakatan itu, sehingga Allah membuat perjanjian yang baru. Bila dibandingkan dengan perjanjian lama, perjanjian baru memiliki kelebihan: Pertama, perjanjian baru bersifat kekal dan didasarkan pada pengorbanan Kristus yang dilakukan dengan mempersembahkan darah-Nya sendiri. Pengorbanan ini dilakukan sekali dan menghasilkan pengampunan dosa yang sempurna—Allah tidak mengingat dosa mereka lagi (8:12)—sehingga pengorbanan Kristus tak perlu diulang. Kedua, kita memiliki Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah (8:1-6) dan menjadi perantara antara Allah dan umat-Nya secara sempurna selama-lamanya.

Apakah Anda sudah bersyukur kepada Tuhan atas Perjanjian Baru di dalam Kristus yang membuat Anda didamaikan dengan Allah? Apakah Anda selalu mengingat janji dan komitmen Anda kepada Tuhan dan kepada sesama, baik dalam pelayanan, pernikahan, perjanjian kerja, bisnis, dan sebagainya, sehingga Anda bisa menjadi saksi-Nya yang baik dan berkenan kepada-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design