Iman dan pertumbuhannya bagaikan benih di tangan petani yang ditanam di tanah. Benih itu disiapkan dan ditanam oleh petani, tetapi benih itu bertumbuh dan menjadi besar saat berada di tanah yang subur. Keberadaan dan cara kerja iman juga demikian. Tuhan mengaruniakan iman, dan firman Tuhan membuat iman itu bertumbuh, baik melalui disiplin rohani pribadi maupun melalui pemberitaan firman.
Iman muncul setelah Allah menyatakan diri-Nya dengan berfirman, dan kebenaran-Nya menjadi dasar untuk memercayai Dia (11:1-2). Umumnya, iman dikaruniakan kepada kita melalui pemberitaan firman yang disampaikan orang lain. Kehidupan Musa merupakan salah satu contoh (11:23-29). Musa dibesarkan di lingkungan istana Firaun selama 40 tahun. Bagaimana Musa bisa memiliki iman? Pertama-tama, tentu saja iman itu dikaruniakan oleh Tuhan kepada Musa. Kemudian, Tuhan memakai Amram dan Yokhebed—orang tua Musa—untuk mendidik dan membina Musa untuk beriman kepada Tuhan (11:23). Saat menyusui Musa, ibunya bercerita tentang Tuhan. Selain itu, sebagai kepala keluarga yang saleh, ayahnya juga bercerita tentang Tuhan (Keluaran 2:7-10). Ada garis rohani yang berlanjut dari orang tua kepada anak. Selain dari didikan orang tua, iman Musa bertumbuh melalui orang-orang di sekitarnya dan melalui berbagai pengalaman yang membentuk hidupnya, termasuk melalui pengalaman pahit yang dialaminya. Musa pernah melarikan diri dari Mesir ke Midian gara-gara dia membela bangsanya dengan membunuh seorang Mesir yang sedang bertengkar dengan orang Israel. Di Midian, dia menikah dengan Zipora, anak Rehuel atau Yitro, dan Musa menjadi gembala bagi kambing domba Yitro (Keluaran 2:11-3:1; Ibrani 11:27). Sebagai orang yang berpengalaman, Yitro memberi masukan yang baik kepada Musa, misalnya dalam pengangkatan hakim-hakim (Keluaran 18:13-27). Berbagai pengalaman dan orang-orang di sekitar Musa ikut membentuk iman dan kerohaniannya. Tuhan mempercayai Musa untuk menjadi pemimpin yang mengarahkan bangsa Israel untuk beriman teguh kepada Tuhan.
Iman tidak bisa berkembang begitu saja, melainkan harus ditumbuhkan melalui proses mendengarkan firman Tuhan (Roma 10:17). Kerohanian kita harus ditumbuhkan melalui disiplin berdoa dan membaca Alkitab (Saat Teduh pribadi) yang kita lakukan setiap hari. Doakanlah para hamba Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan serta orang-orang beriman di sekitar Anda, termasuk komunitas Kelompok Kecil di gereja Anda! Mereka semua adalah orang-orang yang turut mendewasakan iman Anda. Apakah Anda bersedia menjalani proses untuk menjadi pribadi yang beriman teguh?