Mikha 2

Penolakan Terhadap Kehendak TUHAN

6 Februari 2026
GI Purnama

Para pemimpin umat pada zaman Nabi Mikha benar-benar jahat! Saat berbaring di tempat tidur pun, pikiran mereka terus bekerja untuk membuat rencana jahat. Setelah bangun, mereka akan melaksanakan rencana mereka itu (2:1-2). Pada masa kini, saat hakim hendak menjatuhkan keputusan hukuman terhadap suatu tindak kejahatan, hukuman itu akan diperberat bila ditemukan adanya perencanaan atau niat untuk melaksanakan tindak kejahatan itu. Oleh karena itu, adanya rencana para pemimpin umat untuk melakukan tindak kejahatan menunjukkan betapa jahatnya mereka. Para pemimpin itu menjadi musuh bagi umat yang seharusnya mereka lindungi (2:8). Mereka tidak memedulikan kehendak TUHAN. Mereka menolak para nabi yang hendak menyampaikan pesan TUHAN kepada mereka, "Janganlah bernubuat, orang tidak bernubuat seperti itu! Aib tidak akan menimpa kita." (2:6). Mereka menentang kehendak Allah dengan menolak nubuat para nabi yang menyampaikan berita penghukuman TUHAN, serta menggantikan nubuat itu dengan nubuat para nabi palsu yang sesuai dengan keinginan mereka.

Pada masa kini, masih banyak orang Kristen yang ingin terus melakukan dosa dan menolak untuk mendengar teguran Allah terhadap dosa. Bagi mereka, khotbah yang menyampaikan kehendak Allah secara terus terang dianggap sebagai khotbah yang terlalu keras atau khotbah yang tidak baik. Sebaliknya, khotbah yang mereka anggap baik dan "membangun" adalah khotbah yang menghindari teguran, menekankan berkat Tuhan, dan membuat perasaan menjadi nyaman. Akan tetapi, bila kita sungguh-sungguh mengasihi Allah dan ingin melakukan kehendak Allah, kita harus terbuka untuk menerima seluruh kehendak Allah, termasuk teguran keras yang bisa mengganggu kenyamanan kita. Khusus bagi para pemimpin umat Allah, bacaan Alkitab hari ini seharusnya mengingatkan kita agar kita tidak mencari popularitas dengan meredam suara Allah. Kita harus meniru teladan Nabi Mikha yang tetap setia menyampaikan suara Allah dengan jujur di tengah tantangan massa yang menutup telinga terhadap kehendak Allah untuk zaman ini.

Saat membaca kitab Nabi Mikha ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kita telah membukan hati kita selebar-lebarnya untuk menerima kehendak Allah atau kita masih bersikeras untuk melaksanakan rencana-rencana yang bertujuan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Bila kita adalah pemimpin umat, apakah kita sudah berusaha mempengaruhi orang-orang yang kita pimpin untuk mengikuti kehendak Allah atau kita justru berusaha mempertahankan popularitas dengan menutup telinga terhadap kehendak Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design