Apakah umat Allah dihukum TUHAN karena mereka mengabaikan ibadah kepada Tuhan? Tidak! Mereka bukan dihukum karena mengabaikan kewajiban beribadah, tetapi karena mereka salah paham terhadap apa yang sebenarnya dituntut atau dianggap penting oleh Allah! Mereka terpengaruh dan meniru praktik ibadah kafir yang dilakukan oleh penduduk asli Tanah Kanaan. Mereka menggantikan kewajiban yang paling penting dengan melakukan hal-hal yang tidak penting, bahkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh TUHAN. Mereka mengira bahwa tuntutan TUHAN yang paling utama adalah memberikan persembahan kurban bakaran. Mereka salah paham! Bagi TUHAN, yang terpenting adalah menaati perintah-Nya, bukan mempersembahkan kurban bakaran! Mereka mengira bahwa mengurbankan anak sulung sebagai kurban bakaran adalah tindakan yang berkenan kepada TUHAN, padahal mereka salah paham! TUHAN justru membenci praktik pengurbanan seperti itu! Pengurbanan anak sulung adalah salah satu tradisi kafir yang amat dibenci TUHAN. Melalui Nabi Mikha, Allah berfirman, "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Apakah yang dituntut TUHAN darimu selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" (6:8). Bagi TUHAN, sikap hidup yang benar atau cara kita menjalin relasi dengan TUHAN dan sesama adalah jauh lebih penting daripada sekadar memberi persembahan.
Kita perlu menyadari bahwa bagi TUHAN, tindakan adalah cermin sikap hati. Bila kita menghormati TUHAN, kita akan memberi yang terbaik yang sesuai dengan kehendak TUHAN! Sikap terhadap sesama merupakan cermin dari sikap terhadap TUHAN. Bila kita menghargai Tuhan, kita akan menghargai sesama dengan bersikap adil dan setia. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menjelaskan bahwa memberi persembahan kepada TUHAN tidak boleh dipakai sebagai alasan untuk mengabaikan kewajiban menyokong orang tua sebagai ungkapan rasa hormat (Matius 15: 4-6). Menurut Surat Yakobus, iman harus diungkapkan dalam perbuatan. Tanpa perbuatan, iman itu pada hakikatnya mati (Yakobus 2:14-18). Jadi, kita tidak boleh mengabaikan kewajiban kita terhadap sesama dengan alasan bahwa kita lebih memprioritaskan Allah. Kita harus mengasihi sesama sebagai ungkapan kasih kita kepada Allah (1 Yohanes 4:20).
Apakah Anda sudah menyadari bahwa ibadah kepada Allah tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk mengasihi sesama? Apakah Anda selalu berusaha berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah?