Habakuk 3

Beriman Saat Hidup Tidak Sesuai Harapan

16 Februari 2026
GI Surya Leung

Jawaban Tuhan terhadap permohonan kita sering tidak sesuai dengan harapan kita. Dalam keadaan seperti itu, apakah Anda tetap beriman kepada Tuhan dan bisa menemukan sukacita di dalam Dia? Habakuk menyampaikan doa dan permohonan dalam bentuk ratapan. Ia tahu bahwa TUHAN berkuasa dan berhak murka, tetapi Ia juga berbelas kasihan (3:1-2). Habakuk mengingat betapa mulia dan dahsyat-Nya Allah saat Ia melawan kejahatan bangsa-bangsa (3:3-7). Alam semesta bergelora saat Ia murka dan gejolak alam menjadi alat menghukum para pemimpin dan bangsa-bangsa yang fasik. Akan tetapi, Allah menyelamatkan umat-Nya dan orang yang diurapi-Nya (3:8-15). Habakuk tahu dan percaya bahwa TUHAN pasti menghukum bangsa yang menindas umat-Nya. Jiwanya menantikan TUHAN dengan tenang dan ia bersukacita karena Allah adalah Penyelamat dan Sumber Kekuatannya (3:16-18).

Dalam pola kepercayaan bangsa Israel, ada penekanan yang kuat bahwa Allah adalah Pembebas umat-Nya. Kisah pembebasan umat Israel dalam Kitab Keluaran merupakan peristiwa penentu dalam sejarah keselamatan dan menjadi dasar iman kepada Allah Pencipta langit dan bumi. Juruselamat Israel adalah Dia yang sama dengan yang telah menciptakan alam semesta dan menghadirkan seluruh kehidupan bagi umat-Nya. Dalam doa Habakuk, sifat-sifat Allah sebagai Juruselamat (3:2,13) dan sebagai Pencipta muncul berdampingan (3:3b-5,10-12a). Kisah pembebasan umat Allah di masa lampau (3:3a) dihidupkan kembali di masanya (3:2b) dan di masa generasi berikutnya (lihat 2:2). Di satu sisi, ia ngeri dan gemetar mengingat bagaimana Allah menghukum bangsa-bangsa yang menindas Israel (3:16a). Di sisi lain, ia merasa tenang saat mengingat keadilan Allah (3:16b). Ia menemukan sukacita di dalam TUHAN, meskipun dunia runtuh oleh rangkaian krisis kelaparan dan kesengsaraan yang mengancam kehidupan (3:17-18). Habakuk akan tetap beriman dan bersukacita karena menemukan harapan dalam janji-janji Allah (3:19; baca juga Ulangan 33:29).

Hidup oleh iman dan tetap bersukacita di tengah situasi yang kelam dan kacau serta tidak berpengharapan tidak mungkin kita alami bila kita mengandalkan kekuatan diri sendiri. Apa yang Anda harapkan dan kepada siapa Anda menaruh pengharapan dalam kehidupan Anda? Karena kemiskinan, kesengsaraan, dan penderitaan, seseorang bisa menjadi putus asa dan kecewa terhadap Tuhan. Akan tetapi, karena uang dan harta benda, seseorang bisa merasa sanggup mandiri dan tidak membutuhkan Tuhan. Allah yang menyatakan diri melalui Yesus Kristus adalah sumber kekuatan. Hanya kepada Dia sajalah kita seharusnya percaya (Filipi 4:13).

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design