Siapakah yang mengendalikan kekuatan dalam diri kita? Dalam budaya Tionghoa kuno dan dunia Alkitab, kuda adalah simbol kekuatan, kecepatan, dan kebanggaan manusia. Raja-raja mengumpulkan kuda untuk pasukan berkuda dan menarik kereta perang. Karena sangat penting dan menjadi faktor penentu kemenangan dalam peperangan, kuda menjadi simbol kekuatan militer dan keamanan nasional (2 Raja-Raja 18:23–24; 2 Tawarikh 1:14-17).
Berbeda dengan pola pikir bangsa-bangsa di sekitar Israel, Allah merendahkan pemimpin yang meninggikan kekuatan kuda dan kereta kuda. Raja-raja Israel tidak boleh mengandalkan kekuatan pasukan kuda (Ulangan 17:16), dan tentara Israel tidak boleh takut pada kuda dan kereta kuda (Ulangan 20:1). Memang, kekuatan dan kecepatan menyerang pasukan berkuda adalah pemandangan yang menakutkan (Habakuk 1:8) dan dapat membuat musuh panik (Yeremia 8:16). Akan tetapi, kuda juga merupakan makhluk fana yang tidak dapat menandingi kuasa Tuhan (Yesaya 31:3). Selain itu, tulisan puitis dalam Alkitab memakai kuda untuk mengungkapkan karakter yang agresif dan degil. Orang yang bersemangat dalam dosa digambarkan seperti "kuda yang menerjang masuk ke dalam pertempuran" (Yeremia 8:6). Orang yang mengeraskan hati dalam dosa digambarkan seperti kuda degil yang perlu dipukul supaya mau bekerja sama (Mazmur 32:8-9; Amsal 26:3).
Memasuki tahun baru Imlek—tahun kuda, mari kita mengingat bersama. Pertama, kekuatan kita datangnya dari Tuhan. Seperti nasihat Tuhan dalam Mazmur 33:17, "Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, bagaimanapun tangkasnya dia tidak membuat orang luput." Gambaran "kuda" bagi kita dalam konteks masa kini bisa berarti potensi diri: kecerdasan, bakat, kekayaan, atau bahkan spiritualitas diri sendiri; dan potensi sosial: koneksi, posisi jabatan, status sosial, yang kita andalkan selain Tuhan. Dengan mengingat bahwa kekuatan kita berasal dari Tuhan, kita akan menyadari bahwa kita hanya dapat berharap kepada Tuhan dan kuasa-Nya. Kedua, mari kita mengandalkan Tuhan dalam menjalani setiap bagian hidup kita. Firman Tuhan dalam Amsal 21:31 berkata demikian, "Kuda dipersiapkan untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN." Tanpa penyerahan diri kepada Tuhan, "kuda" dalam diri kita dapat membuat kita menjadi seorang pribadi yang sombong, ambisius, dan liar. Akan tetapi, seorang yang mengandalkan Tuhan akan mengenal potensi atau kekuatan dalam dirinya, dan menyadari bahwa sesungguhnya keberhasilannya berasal dari Tuhan. Ada "kuda" dalam diri Anda. Apakah Tuhan yang mengendalikannya?