Hagai 2

Relasi Pelayanan dan Integritas Hidup

21 Februari 2026
Pdt. Johannes Aurelius Wijaya

Pelayanan adalah bagian pekerjaan TUHAN yang disediakan agar umat-Nya bisa bekerja sama untuk mewujudkan shalom—artinya damai sejahtera—bagi masyarakat di sekitarnya, dan hal itu dimulai dari ibadah kepada TUHAN. Agar ibadah dapat berjalan lancar, TUHAN memerintahkan kaum Yehuda untuk membangun kembali Bait Allah dengan memercayai penyertaan dan pertolongan-Nya. Sekalipun mereka harus menghadapi kenyataan adanya ketimpangan dalam perbandingan antara Bait Allah megah yang dibangun Raja Salomo dengan Bait Allah sederhana yang sedang mereka bangun (2:4), TUHAN menguatkan hati mereka (2:5) untuk memercayai bahwa TUHAN akan menyalurkan berkat berupa barang-barang terindah dari segala penjuru, sehingga Bait Allah yang mereka bangun menjadi lebih megah (2:8-10). Hal itu bisa terwujud karena TUHAN, sekalipun mereka dalam keadaan kekurangan. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan masa Salomo yang penuh kelimpahan saat membangun Bait Allah.

Pelayanan yang sedang mereka jalani harus dipimpin oleh kebenaran firman TUHAN (2:12), sehingga mereka memahami mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Dalam konteks pasal 2, yang dimaksud adalah kaitan antara hal kudus dan najis dalam aturan persembahan kurban (2:11-15). Oleh karena itu, ajaran firman Tuhan sangat penting untuk membangun pemahaman yang benar dalam hidup kita, agar kita bisa menjaga integritas atau keseimbangan antara motivasi hati, kejernihan berpikir, dan kebenaran perbuatan. Patut disayangkan bahwa melayani TUHAN sering kali dilakukan secara asal-asalan tanpa memahami pentingnya integritas hidup sebagai penopang pelayanan yang menandai perkenanan TUHAN atas diri kita.

Integritas hidup penting bagi semua orang percaya, baik bagi pemimpin maupun bagi anggota jemaat, tetapi tuntutan terhadap pemimpin lebih besar. Mengapa? Pemimpin lebih dituntut karena pemahaman yang benar diperlukan agar bisa mengarahkan umat, "Tanyakanlah kepada para imam ..." (2:12). Pemimpin harus menjadi panutan agar dapat dipakai TUHAN untuk menggerakkan umat. Pemimpin harus mengarahkan umat untuk hidup secara berintegritas, artinya kehidupan dan pelayanan yang dikerjakan harus selaras. Dari situlah terjalin dan mengalir shalom dan berkat Tuhan dalam kehidupan umat-Nya (2:16-20). Shalom dan berkat Tuhan tidak pernah berhenti sekalipun harus melalui proses sejarah dengan pasang surut kehidupan umat-Nya. Tuhan tidak pernah lalai memelihara orang pilihan-Nya – termasuk Zerubabel – yang dipakai Tuhan sebagai cincin meterai (2:24) dalam garis keturunan Mesias, dengan Mesias sebagai puncak janji Tuhan.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design