Yohanes 1:1-18

Allah yang Menjadi Manusia

22 Februari 2026


Pengantar Kitab Yohanes
Supaya Kamu Percaya!

Keempat kitab Injil?Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes?adalah kitab-kitab yang menceritakan tentang kehidupan dan pengajaran Tuhan Yesus. Injil Yohanes adalah kitab Injil yang terakhir ditulis. Ketiga kitab Injil yang pertama?Matius, Markus, Lukas?disebut Injil-injil Sinoptik. Kata "sinoptik" berasal dari kata dalam bahasa Yunani yang berarti "melihat bersama". Ketiga kitab ini seperti laporan tiga wartawan tentang kehidupan dan pengajaran Tuhan Yesus. Walaupun ketiganya banyak meliput peristiwa yang sama, semua informasi yang diberikan bukan untuk dipertentangkan, tetapi harus dipandang sebagai bersifat saling melengkapi. Injil Yohanes amat berbeda dengan ketiga kitab Injil yang lain. Bila ketiga kitab Injil Sinoptik bagaikan laporan tiga wartawan, Injil Yohanes bagaikan lukisan yang Indah tentang berbagai peristiwa dalam kehidupan Tuhan Yesus. Injil Yohanes membicarakan berbagai hal secara jauh lebih mendalam bila dibandingkan dengan ketiga kitab Injil yang lain, tetapi banyak hal yang dibicarakan dalam ketiga kitab Injil yang lain yang justru tidak dibicarakan dalam kitab ini.

Pilihan tentang hal-hal yang disorot dalam Injil Yohanes jelas berkaitan dengan tujuan penulisan kitab ini. Penulis Injil Yohanes?yang diyakini adalah Yohanes, murid Tuhan Yesus?mengakui bahwa masih banyak hal lain?khususnya tanda mukjizat?yang dibuat oleh Yesus Kristus yang tidak dicatat dalam kitab Injil Yohanes ini. Akan tetapi, apa yang ia pilih untuk ditulis dimaksudkan untuk meyakinkan pembaca?termasuk kita saat ini?agar percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah, dan supaya kepercayaan kita itu membuat kita memperoleh hidup dalam nama-Nya (Yohanes 20:30-31; 21:25). Perlu diingat bahwa "Mesias" adalah kata Ibrani yang artinya "Yang diurapi oleh Tuhan". Dalam bahasa Yunani, padanan kata untuk "Mesias" adalah "Kristus". Yesus disebut Kristus karena Dialah yang diurapi Tuhan untuk menjadi Pembebas atau Juruselamat dunia. Sayangnya, pemahaman masyarakat Yahudi pada masa Tuhan Yesus banyak yang salah. Masyarakat pada masa itu?bahkan juga murid-murid Tuhan Yesus? banyak yang berpikir dan mengharapkan bahwa Mesias adalah Pembebas yang akan memerdekakan bangsa Yahudi secara politik dari penjajahan pemerintah Romawi atau Pembebas yang akan memberikan kemakmuran secara ekonomi, padahal Yesus Kristus adalah Pembebas atau Juruselamat yang akan membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Bila Anda bersedia membaca Injil Yohanes ini secara jujur dan rendah hati, seharusnya Anda meyakini bahwa Yesus Kristus adalah Sang Mesias! [GI Purnama]





Renungan GeMA 22 Februari 2026
Allah yang Menjadi Manusia

Injil Yohanes memperkenalkan Yesus Kristus dengan cara yang amat berbeda dengan kitab Injil yang lain. Injil Matius memperkenalkan Yesus Kristus sebagai penggenapan janji Allah dalam Perjanjian Lama, sehingga Yesus Kristus disebut sebagai anak Daud dan anak Abraham, karena Daud dan Abraham adalah dua tokoh utama penerima janji Allah. Injil Markus memperkenalkan Yesus Kristus kepada masyarakat Romawi, sehingga penulis tidak membahas latar belakang keyahudian, tetapi langsung membahas tentang Yohanes Pembaptis, pencobaan di padang gurun, pemanggilan murid-murid pertama, lalu dilanjutkan dengan pelayanan Tuhan Yesus. Injil Lukas memperkenalkan latar belakang kemanusiaan Yesus Kristus secara terperinci kepada orang Kristen berlatar belakang Yunani, mulai dari persiapan kelahirannya dengan didahului oleh peristiwa kelahiran Yohanes Pembaptis. Injil Yohanes memperkenalkan Yesus Kristus bukan dari sudut pandang manusiawi, tetapi dari sudut pandang kekekalan.

Sama seperti dalam permulaan Kitab Kejadian, Injil Yohanes diawali dengan perkataan "Pada mulanya". Kitab Kejadian menjelaskan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, sedangkan Injil Yohanes menjelaskan, "Pada mulanya sudah ada Firman, Firman itu bersama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah." (1:1). Ayat-ayat selanjutnya menjelaskan tentang "Firman" itu, "Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, ..." (1:14). Yohanes?atau Yohanes Pembaptis yang merupakan pendahulu pelayanan Yesus Kristus, bukan Yohanes murid Tuhan Yesus?bersaksi bahwa Firman yang menjadi Manusia itu adalah Yesus Kristus (bandingkan 1:15 dengan 1:30). Ketiga kitab Injil yang pertama?Injil Matius, Markus, Lukas?seolah-olah memberitahukan tentang permulaan keberadaan Tuhan Yesus sebagai Manusia yang dilahirkan oleh Maria, tetapi Injil Yohanes menjelaskan bahwa Yesus Kristus bukan baru ada saat Dia dilahirkan, tetapi Dia sudah ada pada permulaan penciptaan! Yesus Kristus bukan manusia ciptaan Allah karena Dia sudah ada bersama-sama dengan Allah saat Allah menciptakan dunia ini (1:1-2), bahkan "Segala sesuatu dijadikan melalui Dia (Yesus Kristus) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." (1:3). Alkitab menjelaskan bahwa saat manusia pertama?yaitu Adam?jatuh ke dalam dosa, status manusia yang merupakan ciptaan Allah itu adalah manusia berdosa (Roma 5:12). Akan tetapi, Yesus Kristus bukanlah ciptaan Allah, sehingga Dia bukan manusia berdosa dan bisa menyelamatkan manusia berdosa. Apakah Anda sudah memercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda? [GI Purnama]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design