Yohanes 3:22-36

Pendahulu Sang Mesias

28 Februari 2026
GI Purnama

Yohanes Pembaptis menyadari bahwa ia bukan Mesias dan posisinya adalah sebagai Pendahulu Sang Mesias yang mengumumkan hal kedatangan Sang Mesias itu (3:28). Dia sadar bahwa dirinya bukan—dan tidak pantas—menjadi pusat perhatian, sehingga ia tidak keberatan saat banyak orang mengikuti Yesus Kristus, bukan mengikuti dirinya. Dia tidak menjadi kesal—bahkan dia bersukacita—saat melihat bahwa Yesus Kristus makin populer, sedangkan popularitas dirinya tergerus. Sikap rendah hati yang diungkapkan oleh Yohanes Pembaptis ini merupakan sikap mendasar yang perlu dimiliki oleh seorang yang ingin melayani Tuhan. Kita harus menyadari bahwa orang yang melayani adalah seorang pelayan. Sayangnya, banyak orang senang disebut pelayan Tuhan atau hamba Tuhan, tetapi sangat tersinggung bila merasa diperlakukan sebagai pelayan atau hamba.

Supaya bisa meneladani sikap Yohanes Pembaptis, ada beberapa hal yang perlu untuk selalu kita ingat: Pertama, kita adalah saksi berita Injil tentang Yesus Kristus, bukan pusat berita. Bila kita tidak menjadi pusat perhatian, hal itu wajar, bahkan sudah seharusnya demikian. Seharusnya, kita bersukacita bila orang yang menerima kesaksian kita datang kepada Yesus Kristus, bukan datang kepada kita. Sadarilah bahwa yang harus menjadi pusat perhatian adalah Yesus Kristus, bukan diri kita. Kedua, kita adalah pelayan atau hamba. Sebagai pelayan atau hamba Tuhan, tidak sepantasnya bila kita mencari pujian bagi diri kita sendiri. Kita tidak boleh lebih menonjol dari Sang Tuan, yaitu Yesus Kristus. Sikap kita terhadap Tuhan Yesus perlu meniru sikap Yohanes Pembaptis, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." Ketiga, karena kita adalah pelayan atau hamba, orang yang melayani bersama dengan kita bukan pesaing yang harus kita kalahkan, melainkan rekan kerja yang harus kita dukung. Keempat, karena kita adalah pelayan atau hamba, seharusnya kita tidak gampang tersinggung saat mendapat perlakuan yang tidak baik atau perlakuan yang terasa merendahkan. Bila motivasi kita adalah melayani Yesus Kristus, penolakan terhadap diri kita merupakan cermin bagi adanya penolakan terhadap Yesus Kristus. Sama seperti Kristus telah berlaku sabar dan penuh kasih terhadap diri kita, demikian pula kita harus bersikap sabar dan penuh kasih terhadap orang lain.

Apakah Anda telah menjalankan peran sebagai saksi Yesus Kristus? Apakah Anda telah bersungguh-sungguh berusaha meninggikan Yesus Kristus, bukan meninggikan diri Anda sendiri? Apakah Anda telah memberi dukungan kepada rekan kerja yang melayani bersama diri Anda? Apakah Anda bisa tetap tegar saat menghadapi penolakan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design