REDAKSI
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.
Banjir yang melanda banyak lokasi di Indonesia mengingatkan orang percaya bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kita. Eksploitasi alam yang dilakukan secara besar-besaran dan tidak disertai pertimbangan yang memadai membuat lingkungan kita menjadi rusak parah dan negara mengalami kerugian yang amat besar. Daerah-daerah yang terlanda bencana mengalami pukulan berat yang membuat mereka mengalami berbagai kesulitan, terutama dari sisi ekonomi serta kesehatan. Mari kita berdoa agar pemerintah bisa mengambil keputusan secara tepat untuk memperbaiki situasi, terutama memberantas korupsi yang menjadi sumber berbagai masalah di Indonesia.
Dalam GeMA edisi ini, kita akan menyelesaikan pembacaan dan perenungan Injil Yohanes serta memulai pembacaan kitab 1 Tawarikh. Melalui pembacaan dan perenungan Injil Yohanes, kami berharap agar pembaca memiliki keyakinan yang kokoh bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh keyakinan itu, pembaca memperoleh hidup kekal yang tersedia di dalam Kristus, mengalami pembaruan hidup menjadi manusia baru yang merasa jijik terhadap dosa dan memiliki kerinduan untuk melakukan kehendak Allah, termasuk menggembalakan domba-domba Kristus. Kitab Tawarikh ditulis untuk membangun fondasi kerohanian umat Allah yang telah kembali dari pembuangan. Fondasi ini sangat penting karena mereka sudah tujuh puluh tahun hidup tanpa kehidupan ibadah yang selayaknya, tanpa Bait Suci, dan tanpa lingkungan yang kondusif, apa lagi mereka sebelumnya hidup dalam kefasikan. Kitab 1-2 Tawarikh ini seperti penulisan ulang sejarah Israel yang terdapat dalam kitab 1-2 Samuel dan 1-2 Raja-raja. Akan tetapi, tujuan utama kitab ini bukan sekadar mengulang, melainkan menilai sejarah untuk mengingatkan tentang warisan perjanjian, serta menasihati umat untuk hidup benar sesuai dengan firman Tuhan, agar mereka selalu diberkati Tuhan. Kitab 1-2 Tawarikh tidak membahas sejarah Israel secara lengkap, melainkan hanya membahas sejarah Kerajaan Yehuda yang dipimpin oleh keturunan Daud. Dengan demikian, kitab 1-2 Tawarikh menampilkan iman yang membawa pada kemenangan.
Terima kasih kepada para penerjemah yang telah berjuang untuk menyelesaikan penerjemahan GeMA. Kami berharap bahwa GeMA edisi ini terus menjadi berkat bagi pembaca dalam menempuh perjalanan iman di dalam Kristus.
Kristus Menerima Orang yang Tersingkir
Minggu, 1 Maret 2026
Bacaan Alkitab hari ini:
Yohanes 4:1-42
Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu ada orang yang kelakuannya tercela, sehingga dia dicemooh, disingkirkan, dan dikucilkan dari pergaulan. Kisah perempuan Samaria dalam bacaan Alkitab hari ini adalah kisah tentang seorang yang tersingkir dari pergaulan dalam masyarakat. Perempuan itu amat malu untuk berjumpa dengan tetangga dan orang-orang yang mengenal dirinya, sehingga ia memilih untuk menimba air di tengah hari sekitar jam 12.00, saat biasanya tidak ada orang lain yang datang untuk menimba air (4:6). Pasalnya, dia sudah kawin-cerai dengan lima laki-laki yang berbeda dan laki-laki yang sekarang hidup bersama perempuan itu bukanlah suaminya. Kehidupan pernikahan yang amat kacau itulah yang membuat dia menghindari pertemuan dengan orang lain.
Pertemuan perempuan itu dengan Yesus Kristus, Sang Mesias itu, bukan sesuatu yang kebetulan, tetapi pertemuan itu merupakan bagian dari rencana Allah. Yesus Kristus, yang sedang melakukan perjalanan dari Yudea ke Galilea, dengan sengaja melintasi daerah Samaria, padahal orang Yahudi biasanya memilih jalan berputar agar tidak usah melewati daerah Samaria. Daerah Samaria adalah wilayah yang penduduknya banyak melakukan kawin campur antara orang Yahudi dan orang non-Yahudi, sehingga orang Yahudi memandang rendah dan bersikap memusuhi penduduk Samaria. Jadi, selain kehidupan pernikahannya memalukan, latar belakang ketidakmurnian darah Yahudi membuat posisi perempuan itu makin rendah dalam pandangan masyarakat Yahudi. Akan tetapi, Tuhan Yesus tidak memandang rendah perempuan Samaria yang tersingkir dalam pergaulan itu.
Apakah di antara pembaca ada yang merasa minder karena telah menjalani kehidupan yang berdosa, sehingga Anda merasa bahwa diri Anda kotor, rendah, dan tidak pantas bergaul dengan orang yang bermoral baik? Ingatlah bahwa Yesus Kristus yang mau menemui perempuan Samaria itu juga mau menemui Anda, menerima Anda, dan memberikan "air hidup" kepada diri Anda (4:10). Ingatlah bahwa istilah "air hidup" adalah ungkapan simbolis yang menunjuk pada keselamatan yang mengubah hidup, yang tersedia bagi setiap orang berdosa yang bersedia membuka diri mengaku dosa dan menerima anugerah keselamatan di dalam Kristus. Apakah Anda menyadari bahwa dalam pandangan Allah, semua manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3: 23)? Apakah Anda telah menerima air hidup itu? Bila Anda merasa bahwa diri Anda kotor, berdosa, dan tersingkir, jangan ragu-ragu untuk datang kepada Yesus Kristus, Sang Mesias, yang tangan-Nya selalu terbuka untuk menerima diri Anda!