Memberitakan Injil menuntut kerendahhatian. Oleh karena itu, orang percaya yang memiliki kerinduan untuk memberitakan Injil tidak boleh bersikap congkak, tetapi harus rendah hati. Memberitakan Injil dengan rendah hati tidak berarti bahwa berita Injil adalah berita yang murahan atau tidak bernilai. Injil atau kabar baik tentang keselamatan di dalam Kristus diraih melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib! Kristus mencurahkan darah-Nya sendiri untuk menyelamatkan orang berdosa. Saat Ia menyampaikan berita tentang Roti Hidup serta mencela orang banyak yang menjadi pengikut-Nya karena menginginkan roti, banyak orang yang tidak tahan, lalu mundur dan tidak mau terus mengikut Dia. Akan tetapi, kedua belas murid Tuhan Yesus tetap setia mengikuti Dia. Yang amat mengesankan, Kristus tidak melarang, tetapi justru bertanya kepada kedua belas murid-Nya, "Apakah kamu mau pergi juga?" (6:67). Sekalipun kedua belas murid itu tampak setia, Tuhan Yesus tahu bahwa salah seorang dari antara mereka—yaitu Yudas Iskariot—adalah pengkhianat yang bahkan disebut sebagai Iblis.
Bacaan Alkitab hari ini menunjukkan bahwa Kristus menginginkan agar kita mengikuti Dia dengan kerelaan hati, bukan karena paksaan atau bujukan. Kita tidak perlu membujuk orang yang secara sadar menolak Kristus! Kewajiban orang percaya adalah memberitakan tentang Kristus tanpa memaksa! Kita tidak perlu berkecil hati saat ditolak, bahkan kita tidak perlu heran saat menemukan pengkhianat—seperti Yudas Iskariot—dari antara orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus. Yudas Iskariot adalah bagian dari kedua belas murid Tuhan Yesus, bahkan dia dipercaya untuk menjadi bendahara di antara para murid. Tidak perlu merasa heran bila seorang aktivis atau pemimpin gereja bisa saja menjadi pengkhianat. Kita perlu menyadari bahwa mengikut Kristus itu seperti perlombaan lari maraton. Lari terlalu cepat pada permulaan lomba tidak menjamin bahwa kita akan mencapai finis. Dalam lomba lari maraton, orang yang berhasil mencapai finis biasanya adalah orang yang berlari dengan kecepatan sedang, tetapi teratur, tidak tergesa-gesa. Bila Anda saat ini sangat bersemangat untuk menjadi pengikut Kristus, waspadalah! Anda harus menjalin relasi yang intim dengan Kristus. Melayani Kristus dengan bersemangat adalah hal yang baik, tetapi pelayanan itu harus dilandasi oleh relasi yang sehat dengan Kristus. Tanpa relasi yang sehat dengan Kristus, pelayanan yang kita lakukan bisa salah arah dan berubah—misalnya—menjadi menjalin relasi bisnis dengan kedok pelayanan. Apakah Anda ingin menjadi pengikut Kristus? Apakah Anda siap memikul salib yang umumnya menyatu dengan iman Anda?