Kisah Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya merupakan salah satu kisah paling terkenal dalam Alkitab. Kisah ini terkenal karena apa yang Kristus lakukan telah mengusik kesombongan kita. Dari satu sisi, kita memandang Yesus Kristus sebagai sosok yang mulia dan harus dihormati. Dari sisi lain, Yesus Kristus yang mulia itu mau merendahkan diri-Nya dan menempatkan diri sebagai Pelayan yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Saat membaca kisah tersebut, mungkin kita seperti berada di posisi Petrus yang menolak saat Sang Guru hendak membasuh kaki kita. Kita merasa bahwa seharusnya kitalah yang sepantasnya membasuh kaki Sang Guru. Kesombongan membuat kita menolak untuk merendahkan diri dan menempatkan diri sebagai seorang pelayan. Oleh karena itu, teladan Kristus yang mau merendahkan diri-Nya dan bertindak seperti seorang pelayan merupakan tamparan terhadap kesombongan kita.
Teladan melayani dengan menempatkan diri sebagai hamba atau pelayan bagi sesama seperti ujian bagi setiap orang yang sungguh-sungguh ingin menjadi murid Kristus. Ingatlah bahwa memahami apa yang Yesus Kristus ajarkan itu amat penting, tetapi melakukan apa yang Kristus perintahkan dengan meneladani sikap dan cara hidup-Nya itu jauh lebih penting. Perhatikan apa yang Kristus katakan setelah Ia membasuh kaki murid-murid-Nya, "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, kamu pun wajib saling membasuh kakimu. Sebab, Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (13:13-15). Dengan perkataan lain, bila para murid—dan juga kita—menganggap Yesus Kristus sebagai Guru, apa yang Ia lakukan harus kita teladani. Tentu saja, kita tidak perlu meniru teladan tersebut secara harfiah dengan menawarkan diri untuk mencuci kaki setiap orang. Yang perlu kita tiru adalah sikap Yesus Kristus yang rela merendahkan diri untuk melayani orang lain. Meneladani Kristus berarti menerapkan kerendahhatian untuk melayani sesama dalam konteks kehidupan sehari-hari yang kita temui. Bila kita ingin meneladani Kristus, yang pertama-tama perlu kita lakukan adalah membuka mata untuk melihat kebutuhan orang lain, lalu berusaha menolong dengan melakukan apa yang bisa kita kerjakan. Apakah Anda ingin menjadi murid Kristus? Apakah Anda bersedia mengikuti teladan yang telah Kristus berikan dan melaksanakan apa yang Allah kehendaki? Apakah Anda telah menumbuhkan kerendahhatian dengan melatih diri untuk melayani dalam kehidupan sehari-hari?