Jawaban Tuhan Yesus saat Petrus bertanya tentang Yohanes, "Tuhan, bagaimana dengan dia ini?" memperlihatkan bahwa tanggung jawab kita kepada Kristus merupakan tanggung jawab pribadi. Perhatikan jawaban Tuhan Yesus terhadap pertanyaan itu, "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tetap hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Namun engkau, ikutlah Aku." (21:22). Jawaban itu jelas menyiratkan bahwa kita tidak perlu usil mengurus tanggung jawab orang lain kepada Kristus. Bila kita memperhatikan seluruh Perjanjian Baru, kita akan melihat bahwa pembicaraan tentang murid-murid Kristus sangat sedikit. Selain Rasul Petrus, rasul yang paling banyak dibicarakan dalam Perjanjian Baru adalah Rasul Paulus yang tidak termasuk dalam kesebelas rasul. Matias, rasul yang dipilih untuk menggantikan Yudas Iskariot juga tidak dibicarakan lagi sesudah ia dipilih sebagai rasul. Walaupun ada kisah-kisah dalam tradisi gereja tentang sebagian murid Kristus, kisah-kisah itu tidak termasuk dalam Kitab Suci. Jelas bahwa yang penting bagi kita bukanlah kisah tentang murid-murid Kristus, tetapi segala hal yang berkaitan dengan Kristus. Ayat terakhir dalam Injil Yohanes seolah-olah hendak mengatakan bahwa bila masih ada ruang untuk menulis, yang penting untuk dituliskan adalah kisah tentang Kristus, "Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu." Sebenarnya masih sangat banyak hal yang dilakukan Yesus Kristus yang dapat diceritakan. Akan tetapi, penulis memilih apa yang hendak dia tulis dengan maksud supaya pembaca menjadi percaya bahwa Yesus adalah Mesias, dan supaya percaya itu membuat pembaca memperoleh hidup di dalam Kristus.
Apakah Anda telah mengikuti seluruh perenungan tentang Injil Yohanes? Apakah Anda telah meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan di dalam Perjanjian Lama untuk menjadi Juruselamat umat manusia? Apakah Anda telah memiliki hidup yang kekal dan hidup kekal itu telah menghasilkan perubahan hidup, sehingga Anda menjadi manusia baru yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus? Apakah Anda telah menyadari bahwa setiap orang yang telah dilahirkan kembali akan merasa tidak nyaman bila terus berbuat dosa? Apakah Anda telah menyadari pula bahwa setiap orang yang telah dilahirkan kembali seharusnya tergerak untuk melakukan perbuatan baik—atau pekerjaan baik—yang disediakan secara khusus bagi setiap orang percaya? Apakah Anda bersedia untuk menggembalakan domba-domba yang dipercayakan kepada Anda?