1 Tawarikh 2

Anugerah untuk Yang Tidak Sempurna

12 April 2026
GI Michael Tanos

Anak-anak Israel (2:1) adalah bapa leluhur dua belas suku Israel. Mereka jauh dari sempurna, tetapi mereka mendapat kasih karunia Allah untuk menjadi umat pilihan-Nya. Secara individu, mereka memiliki banyak cacat cela, tetapi Allah berkenan memakai keturunan mereka untuk melaksanakan rencana-Nya. Dua orang di antara mereka, yaitu Yehuda dan Lewi, dipilih Allah untuk menurunkan dinasti raja (Kejadian 49:10) dan imam (Bilangan 3:6-7). Jabatan raja dan imam, bersama dengan jabatan nabi, merupakan jabatan sentral dalam kehidupan umat Israel. Jabatan nabi, imam, dan raja juga berkaitan dengan peran Yesus Kristus dalam karya keselamatan Allah, serta berkaitan dengan posisi orang percaya di tengah dunia. Dari suku Lewi, Allah memilih Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir menuju ke Tanah Perjanjian, yaitu Tanah Kanaan. Harun ditetapkan menjadi imam pertama, dan keturunannya memegang tanggung jawab khusus untuk melayani di dalam Kemah/Bait Suci. Suku Lewi bertugas melayani seluruh urusan ibadah umat Israel. Dari suku Yehuda, Allah memilih Daud untuk menjadi raja Israel. TUHAN mengikat perjanjian dengan Daud bahwa Ia akan mengokohkan kerajaannya menjadi tidak berkesudahan. Yang dimaksud bukan kerajaan Israel secara fisik karena tidak ada yang kekal di dunia yang fana. Kerajaan yang kekal adalah janji yang digenapi di dalam Yesus Kristus yang secara manusiawi adalah keturunan Daud. Hubungan dengan Daud dan Sang Mesias membuat silsilah Yehuda mendapat perhatian khusus dari penulis Tawarikh.

Yehuda adalah orang yang tidak sempurna. Keturunannya juga tidak seluruhnya takut akan TUHAN. Perhatikan bahwa Er, anak sulung Yehuda, "jahat di mata TUHAN, maka Ia membunuhnya". Anak kedua, Onan, jahat seperti kakaknya, sehingga TUHAN juga membunuhnya (Kejadian 38:10). Akan tetapi, tidak sedikit juga keturunan Yehuda––selain Daud––yang hidup benar dan berkenan kepada TUHAN, misalnya Bezale’el (2:20), yang berperan sangat penting dalam membangun Kemah Suci. TUHAN memberinya kemampuan dan keahlian untuk merancang dan membuat/membangun semua perlengkapan Kemah Suci (Keluaran 35:30-35). Seperti anak-anak Israel yang tidak sempurna tetapi dipilih TUHAN karena kasih karunia-Nya yang ajaib, kita pun dipilih menjadi umat-Nya bukan karena kehebatan kita, melainkan karena kasih karunia TUHAN. Kasih karunia itu nyata justru ketika kita merendahkan diri dan mengakui "ketidakmampuan" kita (lihat 2 Korintus 12:9). Periksalah diri Anda: apakah Anda menyadari adanya ketidakmampuan yang membuat Anda tidak mungkin berhasil bila TUHAN tidak menyertai usaha yang Anda kerjakan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design