1 Tawarikh 9

Perhatikanlah Kekudusan Ibadah Kita

19 April 2026
GI Michael Tanos

Orang-orang yang kembali dari pembuangan dan menempati kembali kota-kota mereka disebut sebagai orang Israel, bukan hanya orang Yehuda, Benyamin, dan sebagian Manasye yang tinggal di wilayah Yehuda. Mengapa mereka berada di Babel dan ikut kembali bersama Yehuda? Kemungkinan, mereka adalah orang-orang Israel Utara yang lari ke Yehuda saat Asyur menyerbu. Saat Yehuda jatuh, mereka turut diangkut ke pembuangan di Babel. Kemungkinan lain, mereka adalah orang Israel diaspora yang ada di Babel, lalu bergabung dengan Yehuda dan kembali ke Palestina. Jelas bahwa penyatuan tersebut merupakan bagian dari rencana Tuhan (Yehezkiel 37:22; Hosea 1:11). Akan tetapi, yang tinggal di Yerusalem hanya orang-orang dari suku Yehuda, Benyamin, Efraim dan Manasye, serta para imam, orang-orang Lewi, dan para pelayan Bait Allah. Para imam dibedakan dengan orang Lewi karena hanya keturunan Harun yang dapat menjadi imam, sedangkan orang Lewi yang bukan keturunan Harun melakukan pelayanan lain seperti menjadi penjaga pintu gerbang atau menjadi penjaga perkakas ibadah.

Ibadah adalah aktivitas yang tidak boleh diabaikan dalam kehidupan umat Allah. Pentingnya pemulihan ibadah di Bait Suci membuat para imam serta orang Lewi ikut bersama rombongan pertama yang kembali dari Babel, supaya ibadah bisa segera diselenggarakan sesudah Bait Allah berhasil dibangun kembali. Ingatlah bahwa para imam bukan hanya penyelenggara ibadah, tetapi mereka adalah pemimpin spiritual yang menjelaskan firman Allah dan memberi tuntunan. Mereka adalah sumber utama pengetahuan Taurat bagi umat Allah.

Penulis juga menguraikan tugas-tugas jabatan para petugas Bait Suci. Selain imam yang menyelenggarakan ibadah, pemain musik dan penyanyi, ada juga orang-orang Lewi yang bertugas menjaga pintu gerbang, menjaga perbendaharaan Bait Suci, mengurus peralatan ibadah, mengurus pengadaan tepung, anggur, minyak, kemenyan, dan rempah-rempah. Tugas-tugas pengurus Bait Suci ini memperlihatkan kepada umat, betapa sakral kekudusan Tuhan itu! Hal ini seharusnya mengingatkan kita agar tidak meremehkan kekudusan TUHAN. Kita tidak boleh menyakralkan benda apa pun, termasuk Alkitab dan salib. Benda-benda itu tidak boleh dijadikan jimat, tetapi juga tidak boleh diremehkan, karena benda-benda itu melambangkan Allah yang Mahakudus yang harus kita sembah dan muliakan. Kita harus menghormati kesucian ibadah kita! Saat beribadah, apakah hati dan pikiran Anda selalu tertuju kepada Allah dan tidak menyimpang kepada hal-hal lain? Untuk menghormati Allah, apakah Anda selalu berusaha tidak terlambat saat mengikuti kebaktian?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design