1 Tawarikh 19

Simpati dibalas dengan kecurigaan

29 April 2026
GI Michael Tanos

Bacaan Alkitab hari ini melanjutkan kisah kemenangan Daud atas bangsa-bangsa di sekitarnya. Pasal 18 sama sekali tidak menjelaskan siapa yang memulai perang, tetapi di pasal 19, dijelaskan bahwa perang melawan bani Amon dan orang Aram dimulai oleh mereka sendiri, bukan oleh Daud. Sebenarnya, perang dengan bani Amon bermula dari inisiatif Daud menunjukkan simpati dengan mengirim utusan untuk menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya raja bani Amon. Akan tetapi, ungkapan simpati itu tidak disambut baik. Mereka menyangka ada rencana jahat di balik niat baik Daud. Memang, orang yang berpikir negatif cenderung curiga terhadap orang lain, walaupun belum ada bukti yang jelas. Apa pun yang dilakukan orang lain selalu dicurigai dan dipandang negatif. Kecurigaan itu membuat raja Amon yang baru menghina dan sangat mempermalukan utusan Daud, sehingga para utusan itu bersembunyi untuk sementara waktu di Yerikho, sebelum akhirnya pulang ke Yerusalem.

Setelah melakukan tindakan tidak terpuji, orang Amon menjadi takut. Sayang, mereka tidak mau merendahkan diri untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan, tetapi malah memperkeruh situasi dengan mempersiapkan diri untuk berperang melawan bangsa Israel. Jelas bahwa Daud marah karena para pegawainya dihina. Akan tetapi, tidak ada catatan bahwa Daud menyiapkan pasukan untuk membalas tindakan bani Amon. Sebaliknya, bani Amon menyewa pasukan dan kereta perang dalam jumlah besar dari bangsa Aram untuk memerangi Israel. Raja Aram sendiri memimpin pasukannya dan maju melawan bangsa Israel bersama bani Amon. Untuk menghadapi dua pasukan ini, Yoab—panglima Israel—membagi pasukannya menjadi dua. Dia memimpin satu pasukan melawan pasukan Aram, dan adiknya—Abisai—memimpin pasukan melawan bani Amon. Pasukan Aram maupun Amon kalah dan melarikan diri ke wilayah masing-masing. Akan tetapi, pasukan Aram tidak menyerah. Mereka mengerahkan saudara-saudara mereka yang diam di seberang sungai Efrat untuk maju melawan pasukan Israel. Pasukan Aram dikalahkan oleh pasukan Daud, sehingga mereka akhirnya mengadakan perdamaian dengan Daud dan takluk kepadanya.

Orang berhati jahat selalu berpikir bahwa orang lain juga jahat seperti dirinya. Mereka diliputi rasa curiga dan sulit memercayai orang lain. Orang yang berhati tulus dapat melihat kebaikan orang di sekelilingnya dan mudah bersahabat dengan orang lain. Bila kita selalu berusaha bersikap positif, orang yang bersikap negatif bisa berubah setelah melihat teladan kita, lalu belajar memercayai orang lain. Apakah Anda selalu berusaha bersikap positif?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design