1 Tawarikh 25

Karunia Roh Diberikan untuk Melayani

5 Mei 2026
GI Michael Tanos

Setelah mengatur para imam, Daud dan para pemimpin Israel mengatur para pelayan ibadah, yaitu para penyanyi dan pemain musik yang dipimpin oleh tiga kepala keluarga, yaitu Asaf, Heman, dan Yedutun. Saat Tabut TUHAN dipindahkan ke Yerusalem, rombongan Asaf ditugaskan untuk menyanyikan puji-pujian dengan iringan musik di Rumah Tuhan, sedangkan rombongan Heman dan Yedutun bersama imam Zadok bertugas di Kemah Suci di Gibeon (16:41). Kemudian, Daud mengatur tiga kepala keluarga itu memimpin rombongan penyanyi dan pemain musik yang akan bertugas di Rumah Allah di Yerusalem.

Para penyanyi dan pemain musik ini bertugas menaikkan nyanyian pujian setiap hari, pada waktu pagi dan petang. Penulis Tawarikh menyebut bahwa mereka "bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan simbal" (25:1). Artinya, syair yang mereka nyanyikan bukan syair buatan manusia, tetapi syair yang berasal dari inspirasi Roh Kudus. Mereka menyanyikan Mazmur yang telah termasuk dalam kanon Alkitab sejak dahulu. Asaf sendiri menulis dua belas Mazmur (Mazmur 50 dan 73-83). Nyanyian pujian mereka benar-benar persembahan kepada Tuhan yang mungkin dinyanyikan bersamaan dengan "persembahan kurban" pagi dan petang". Dalam kebaktian di gereja, kita mungkin sering tidak sadar bahwa nyanyian pujian yang kita naikkan adalah persembahan kita untuk memuliakan Allah. Kita ingin menikmati sendiri nyanyian itu dan merasa tidak puas bila nyanyian itu tidak "enak" bagi telinga kita.

Untuk tugas yang begitu banyak, mereka dibagi dalam kelompok-kelompok yang bertugas secara bergiliran. Pembagian kelompok penyanyi ini ditetapkan melalui undi, seperti penetapan imam. Mereka percaya bahwa TUHAN sendiri yang akan menetapkan pembagian kelompok saat undian dijalankan. Penetapan tugas para penyanyi dan pemain musik tidak terlepas dari karunia Roh Kudus yang telah memberi mereka talenta itu (bandingkan dengan 1 Korintus 12:7-11). Mereka tidak hanya mengandalkan talenta itu mentah-mentah, melainkan mengasah kemampuan dengan latihan, sehingga mereka menjadi "ahli seni".

Setiap orang percaya diberi karunia tertentu yang harus dipakai untuk melayani dalam gereja atau dalam masyarakat. Tidak memanfaatkan karunia akan membuat kita menjadi sama dengan hamba yang jahat dan malas—dalam perumpamaan tentang talenta—yang tidak mempersembahkan hasil apa pun kepada tuannya karena dia menyimpan atau menyembunyikan talenta yang dipercayakan kepadanya (Matius 25:14-30). Sikap seperti itu membuat talentanya diambil dan dia dihukum. Apakah Anda sudah menjadi berkat dengan memakai talenta Anda untuk memuliakan Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design