2 Tawarikh 3:1–5:1

Membangun dengan Hormat bagi Tuhan

12 Mei 2026
Pdt. Roni Tan

Setiap orang pasti pernah membangun sesuatu, misalnya membangun rumah, membangun usaha, dan membangun keluarga. Sebagai contoh, bila kita hendak membangun rumah, kita pasti tidak akan melakukannya secara sembarangan. Banyak hal yang harus kita persiapkan. Kita harus membuat perencanaan secara terperinci. Kita harus memilih material yang paling baik agar rumah yang kita bangun dapat berdiri kokoh, sehingga rumah itu membuat kita bisa tinggal dan beraktivitas dengan nyaman sesudah rumah itu selesai dibangun. Sekarang, bila kita hendak membangun sesuatu untuk pekerjaan TUHAN, apakah kita akan berusaha melaksanakan rencana tersebut dengan sebaik-baiknya?

Dalam 2 Tawarikh 3:2-17, kita membaca data terperinci tentang ukuran bagian-bagian Bait Allah serta bahan yang digunakan dalam pembangunan, termasuk emas murni yang digunakan, berbagai ukiran yang akan dibuat, dan berbagai detail menyangkut pembangunan Bait Allah. Secara sekilas, yang dicatat di sini seperti perencanaan proyek bangunan biasa, termasuk bahan yang dipakai dan ukurannya. Akan tetapi, sebenarnya, pembangunan Bait Allah ini bukan hanya sekadar proyek arsitektur, melainkan cermin ungkapan rasa hormat kepada Allah serta wujud ketaatan terhadap apa yang TUHAN perintahkan untuk dikerjakan secara teliti. Raja Salomo tidak sekadar membangun secara asal-asalan, tetapi ia membangun secara cermat di tempat yang TUHAN tentukan, dengan bahan terbaik, dengan ketelitian yang serius, dan ia menyelesaikan pekerjaannya sampai tuntas. Akhirnya, Raja Salomo mempersembahkan semua hasil usahanya dalam membangun Bait Allah itu kepada TUHAN yang layak menerima persembahan yang terbaik.

Saat ini, kita tidak perlu membangun Bait Allah secara fisik. Akan tetapi, perhatikan bahwa Rasul Paulus berkata, "... kamu sekalian adalah bait Allah ..." (1 Korintus 3:16). Kita semua yang telah diselamatkan di dalam Kristus—sehingga menjadi anak-anak Allah—merupakan bait Allah. Apakah Anda ikut membangun hidup Anda, keluarga Anda, dan pelayanan Anda? Apakah Anda membangun sebagai ungkapan rasa hormat kepada Allah atau hanya secara asal-asalan? Apakah Anda sungguh-sungguh menjalani hidup kita dalam takut akan TUHAN dan mempersembahkan diri Anda sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah? Kiranya Allah Roh Kudus senantiasa membimbing dan menolong Anda untuk menjalani hidup yang terus dibangun untuk kemuliaan nama TUHAN!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design