Hal pertama yang perlu dipelajari saat seseorang menjadi Kristen adalah berdoa. Saat berdoa, kita mengakui bahwa kita tidak berdaya dan memerlukan pertolongan dan perlindungan Allah. Akan tetapi, yang waspadalah bahwa doa bukanlah kewajiban, tetapi keperluan. Doa bukan seperti pekerjaan rumah yang wajib dikerjakan oleh seorang siswa, tetapi seperti keperluan berkomunikasi dalam sebuah keluarga. Komunikasi ini penting, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan dengan setia karena kita berkomunikasi dengan Allah yang kehadiran-Nya tidak bisa kita lihat dengan mata jasmani. Kehadiran Allah hanya bisa dilihat dengan mata iman! Agar bisa berdoa dengan lebih baik, kita harus memperdalam pemahaman kita tentang siapa Allah dan bagaimana hubungan kita dengan Dia. Salah satu wujud hubungan dengan Allah adalah hubungan antara seorang anak dengan Bapaknya. Dari satu sisi, kita perlu makin sadar bahwa Allah mengasihi kita. Akan tetapi, dari sisi lain, kita harus menghormati Allah sebagai Tuhan atau sebagai Tuan kita. Kedekatan dengan Allah sebagai Bapak tidak boleh membuat kita bersikap kurang ajar! Bila berdoa, jangan memerintah Allah atau menganggap Allah sebagai Pembantu yang harus mengikuti semua perkataan kita. Kita harus memandang Allah sebagai yang berwewenang atas diri kita. Allah berhak menentukan apakah Dia akan mengabulkan atau menolak permintaan kita.
Komunikasi dengan Allah itu penting bukan hanya karena adanya hubungan anak dengan Bapak, tetapi juga karena kita hidup di dunia yang berdosa dan penuh bahaya. Keselamatan yang kita terima di dalam Kristus saat kita percaya membebaskan kita dari hukuman dosa dan perbudakan dosa, tetapi tidak membebaskan kita dari lingkungan yang berdosa. Lingkungan yang berdosa akan selalu gigih berusaha menjatuhkan kita ke dalam dosa dengan memakai berbagai cara. Saat Tuhan Yesus datang untuk kedua kali, barulah kita bisa terbebas dari lingkungan yang berdosa. Karena kita hidup di dalam lingkungan yang berdosa, jangan kaget bila dunia membenci kita atau kita mengalami penganiayaan. Saat kita berada di bawah tekanan yang berat, kita bisa menjadi sulit berdoa. Dalam keadaan demikian, ingatlah bahwa "Roh membantu kita dalam kelemahan kita. Sebab, kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Roma 8:26). Apakah Anda sudah membiasakan diri untuk membicarakan semua pergumulan Anda dengan Allah? Apakah Anda menyadari bahwa Roh Kudus sering menyampaikan permohonan tak terucapkan yang muncul dalam hati Anda?