Mengenal Allah dan mengenali hal-hal yang bersifat rohani tidak selalu mudah karena kita cenderung terikat dengan apa yang kita lihat pada masa kini. Sadarilah bahwa pengharapan yang kita miliki di dalam Kristus itu jauh melampaui apa yang bisa kita lihat dan bisa kita nikmati pada masa kini. Perhatikan doa Rasul Paulus untuk jemaat di kota Efesus, "Aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar, dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: Betapa kayanya kemuliaan warisan-Nya kepada orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya yang besar, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga, ..." (1:16b-20). Roh Kudus—yang disebut sebagai Roh hikmat dan wahyu—mencerahkan mata hati kita, sehingga kita bisa mengenal Kristus dengan benar serta memahami warisan rohani yang kita miliki sebagai anak-anak Allah.
Pada abad pertama, lebih banyak anggota jemaat yang misikin daripada yang kaya. Kondisi politik pun tidak kondusif bagi umat Kristen. Sekalipun demikian, gereja tetap setia menjalankan misi. Kemiskinan tidak bisa menghalangi jemaat untuk memberi. Rasul Paulus menuliskan, "Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. (2 Korintus 8:1-3). Saat diancam agar berhenti memberitakan tentang Kristus, Rasul Petrus dan Rasul Yohanes berkata, "Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." (Kisah Para Rasul 4:20). Masa kini adalah masa sulit dari sisi ekonomi. Bila kita hanya melihat kondisi ekonomi dan gagal melihat bahwa Allah masih berkuasa atas segala sesuatu di dunia ini, kita akan gagal menjadi berkat bagi sesama. Bila gereja gagal mengenal Kristus dengan benar dan gereja tidak mengenali warisan yang disediakan Allah bagi umat-Nya, gereja akan menghentikan misi yang diberikan Allah dan cenderung lebih memperhatikan keperluan di dalam gereja. Apakah Anda telah mengenal Yesus Kristus secara utuh? Apakah gereja masih setia melaksanakan misi yang Allah tugaskan kepada gereja?