Efesus 4:1-6

Roh yang Mempersatukan

20 Mei 2026
GI Purnama

Kehadiran Roh Kudus seharusnya bersifat mempersatukan, bukan memecah belah. Akan tetapi, persatuan tidak bersifat otomatis, melainkan harus dibangun dengan kesadaran dan tindakan nyata. Roh Kudus bersifat mempersatukan karena Roh Kudus selalu membawa manusia kepada Kristus. Bila semua orang percaya mendekat kepada Kristus, maka orang-orang percaya itu akan dekat satu dengan yang lain. Kedekatan orang percaya satu dengan yang lain itu tampak jelas dalam kehidupan orang percaya pada abad pertama, khususnya di Gereja Yerusalem. Saat Hari Raya Pentakosta, orang-orang Yahudi dari seluruh dunia berkumpul di Yerusalem. Orang Yahudi yang hidup dan dibesarkan jauh dari Yerusalem banyak yang memandang bahasa setempat sebagai bahasa Ibu. Oleh karena itu, digunakannya bahasa yang bermacam-macam di Yerusalem saat itu seakan-akan menjadi sekat bagi kesatuan mereka. Akan tetapi, saat Roh Kudus dicurahkan, khotbah Rasul Petrus yang disampaikan dalam bahasa Aram—atau bahasa Ibrani sehari-hari—justru di dengar semua orang dalam bahasa daerah masing-masing. Jadi, Roh Kudus yang dicurahkan pada Hari Raya Pentakosta tersebut adalah Roh yang menyatukan. Kesatuan orang-orang percaya yang mendapat karunia Roh Kudus pada Hari Raya Pentakosta itu terus berlanjut dalam komunitas orang percaya di Yerusalem. Bekal orang-orang Yahudi yang datang dari tempat jauh pasti terbatas. Oleh karena itu, saat mereka memperpanjang waktu tinggal di Yerusalem agar dapat mendengar pengajaran para rasul, pasti bekal mereka makin lama makin menipis. Keadaan tersebut menggerakkan orang-orang Kristen yang lebih kaya untuk mempersembahkan harta mereka guna menyokong orang-orang Yahudi yang memerlukan bantuan. Dengan demikian, Roh Kudus membuat uang atau harta menjadi alat untuk mempersatukan.

Sayang sekali bahwa di sebagian gereja, arogansi dan pengutamaan diri sendiri telah memecah belah kesatuan gereja. Bila kita mengikuti pimpinan Roh Kudus, kita akan saling merendahkan diri dan meninggikan Kristus, dan kita akan mengutamakan kepentingan orang lain. Dengan demikian, tercapailah kesatuan dalam jemaat. Camkanlah nasihat Rasul Paulus, "Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. (Efesus 4:3-6), Bagaimana keadaan gereja tempat Anda beribadah: Apakah gereja Anda diwarnai oleh kesatuan? Apakah kehadiran Roh Kudus yang mempersatukan orang percaya terasa di gereja Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design