Galatia 5:16-26

Roh yang Menumbuhkan Buah

21 Mei 2026
GI Purnama

Pada umumnya, kesehatan dan manfaat sebuah pohon terlihat dari buahnya. Walaupun ada pohon yang ditanam untuk dimanfaatkan batangnya atau daunnya atau akarnya, dan ada pula pohon yang ditanam karena keindahannya, sebagian besar pohon ditanam karena buah yang dihasilkannya. Hal yang serupa berlaku untuk kehidupan rohani orang beriman. Kesehatan rohani orang beriman terlihat dari buah yang muncul dalam hidupnya. Tentu saja, ada perkecualian. Salah satu penjahat yang disalibkan bersama Yesus Kristus memercayai Kristus saat digantung di kayu salib. Kita bisa meyakini bahwa penjahat itu mengalami pembaruan rohani di kayu salib. Akan tetapi, sisa hidupnya terlalu singkat sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk menghasilkan buah rohani semasa hidupnya, walaupun kita bisa mengatakan bahwa pengalaman hidup yang singkat itu telah menginspirasi banyak orang untuk bertobat dan menjadi percaya kepada Yesus Kristus.

Ciri dari orang yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus adalah adanya buah yang bersifat rohani. Buah rohani ini bisa berupa buah Injil—yaitu adanya orang yang menjadi percaya kepada Yesus Kristus karena apa yang ia lakukan—atau buah Roh yang kita baca dalam bacaan Alkitab hari ini, "Namun, buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. (5:22-23). Perhatikan bahwa istilah yang dipakai di sini adalah "buah Roh", bukan buah-buah Roh. Terjemahan ini tepat sesuai dengan bahasa asli Alkitab yang membedakan bentuk tunggal (buah) dengan bentuk jamak (buah-buah). Jadi, yang dijelaskan di sini seperti satu buah dengan sembilan rasa, bukan sembilan macam buah. Sebagai gambaran, kita tidak bisa berkata, "Saya memiliki buah Roh tanpa kesetiaan atau tanpa penguasaan diri!" Buah Roh yang normal adalah buah Roh dengan sembilan rasa atau sembilan aspek yang utuh! Bila kita sudah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, hidup kita pasti berubah, walaupun kecepatan perubahan ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Buah Roh ini secara sempurna hanya terdapat di dalam diri Yesus Kristus, sedangkan buah Roh di dalam diri kita menjadi makin sempurna secara berangsur-angsur, sama seperti buah di sebuah pohon menjadi matang setelah melalui proses yang bisa cepat, tetapi bisa pula lambat.

Bagaimana dengan diri Anda: Apakah hidup Anda sudah menghasilkan buah secara rohani? Apakah kehadiran Anda membuat orang lain tertarik untuk mengenal Kristus? Apakah perubahan hidup Anda bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar Anda? Bila hidup Anda belum menghasilkan buah secara rohani, Anda perlu mengintrospeksi diri!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design