Beberapa tahun yang lalu, terjadi pertarungan adu pukul di sebuah ring antara satu orang melawan tiga orang. Yang seorang adalah petinju profesional, sedangkan yang tiga orang adalah petinju amatir. Mungkin saja kita berpikir bahwa kemungkinan besar, petinju profesional itu akan kalah karena dia dikeroyok oleh tiga orang. Penilaian seperti itulah yang mungkin menjadi penilaian kita saat membaca 2 Tawarikh 13:1-14:1, yaitu saat Raja Abia berperang melawan Raja Yerobeam. Dalam peperangan itu, pasukan Raja Abia jauh lebih sedikit daripada pasukan Raja Yerobeam. Pasukan Raja Abia sebanyak 400.000 orang, sedangkan pasukan Raja Yerobeam sebanyak 800.000 orang. Jadi, banyaknya pasukan Raja Yerobeam adalah dua kali lipat bila dibandingkan dengan pasukan Raja Abia. Selain berjumlah jauh lebih banyak, pasukan Raja Yerobeam juga melakukan pengepungan dari depan dan belakang (13:13). Jadi, sangat mustahil bagi Raja Abia untuk bisa bertahan, apa lagi meraih kemenangan.
Dalam situasi terjepit dan kemungkinan besar akan kalah itu, orang Yehuda berseru kepada TUHAN (13:14). Mereka mengandalkan TUHAN (13:18). Kata berseru yang dipakai di sini mengandung pengertian teriakan atau erangan meminta tolong dengan sungguh-sungguh. Mereka tahu bahwa mereka pasti akan dikalahkan, bahkan akan dibunuh oleh pasukan Raja Yerobeam, dan yang bisa mereka lakukan hanyalah berseru meminta tolong kepada TUHAN. Kata mengandalkan mengandung pengertian bersandar penuh. Mereka bergantung total kepada Tuhan. Itulah yang mereka lakukan! Sikap seperti itu membuat TUHAN tidak tinggal diam. TUHAN menolong umat-Nya! Dari kondisi pengepungan yang membuat umat Yehuda mustahil bertahan dan menang, TUHAN membuat pasukan Raja Yerobeam berhasil dikalahkan. Tuhan membuat pasukan Raja Yerobeam kalang kabut sehingga mudah dikalahkan oleh Raja Abia dan pasukan Yehuda. Peperangan ini membuat 500.000 pasukan terbaik Raja Yerobeam gugur dalam peperangan (13:17), bahkan Raja Yerobeam dipukul TUHAN hingga mati (13:20). Peristiwa ini mengingatkan kita akan firman TUHAN dalam Roma 8:31, Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Jawabannya jelas: Tidak ada!
Bagaimana kondisi Anda saat ini? Apakah Anda sedang mengalami pengepungan yang membuat anda putus asa dan ingin menyerah? Apakah anda sudah sungguh-sungguh berseru kepada Tuhan dan menggantungkan hidup Anda sepenuhnya kepada Tuhan? Percayalah bahwa Tuhan sanggup menolong Anda!