Apakah Anda sering menghadapi masalah yang mengimpit hidup Anda? Apa yang Anda lakukan dalam kondisi seperti itu: menyerah, berjuang atau tetap beriman kepada Tuhan? Bacaan Alkitab hari ini menceritakan kondisi Raja Yosafat—raja Kerajaan Yehuda—saat dikepung oleh tiga suku bangsa, yaitu bani Moab, bani Amon, dan orang Meunim. Posisi mereka sudah tidak jauh sehingga sudah tidak ada waktu bagi Raja Yosafat dan rakyat kerajaan Yehuda untuk menyiapkan pertahanan dan perlawanan. Raja Yosafat dan penduduk Yehuda mendapat berita bahwa musuh yang sangat banyak jumlahnya telah berada di En-Gedi. Kondisi ini pasti membuat Raja Yosafat dan penduduk Yehuda diliputi kecemasan karena mereka merasa tidak sanggup melawan musuh.
Dalam situasi terjepit, Raja Yosafat sadar bahwa ia dan rakyatnya dalam kondisi tidak berdaya. Dalam kondisi seperti itu, Raja Yosafat yang beriman mengambil keputusan untuk mencari Tuhan, menyerukan agar seluruh rakyat berpuasa, lalu ia mengumpulkan seluruh penduduk di kerajaan Yehuda untuk berdoa bersama memohon pertolongan Tuhan (20:3-4). Raja Yosafat—yang memimpin doa untuk mewakili umat Yehuda—mengungkapkan ketidakberdayaan umat Yehuda dan mengarahkan pandangan kepada Allah untuk memohon pertolongan, "Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." (20:12). Mata yang tertuju kepada Allah mengungkapkan bahwa mereka menunggu pertolongan dan bergantung total kepada Allah. Raja Yosafat dan seluruh penduduk Yehuda menaruh pengharapan mereka kepada Tuhan yang mereka percaya sanggup menolong dan memberi kemenangan. Kemudian, Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Yeiel bin Mattania dikuasai oleh Roh TUHAN dan berseru, "... Janganlah kamu takut dan kecut hati karena pasukan yang besar ini, sebab bukan kamu yang berperang melainkan Allah...." (20:15–17).
Saat Anda menghadapi masalah yang berat dan Anda merasa tidak berdaya serta tidak mengerti apa yang bisa Anda lakukan, bagaimana sikap Anda: Apakah mata Anda tetap tertuju pada Allah? Sebaliknya, saat Anda merasa mampu menyelesaikan masalah, apakah Anda merasa tidak perlu meminta pertolongan Allah? Sebagai anak-anak Allah, apakah Anda selalu mengarahkan pandangan Anda kepada Allah yang telah menyelamatkan Anda dan menyertai Anda sampai akhir zaman? Ingatlah selalu bahwa Yesus Kristus adalah Imanuel, artinya Allah menyertai kita.