TUHAN selalu memandang dosa yang dilakukan umat-Nya sebagai masalah serius! Dalam bacaan Alkitab hari ini kita membaca tentang dua orang raja Yehuda yang merupakan ayah dan anak, yang keduanya sama-sama melakukan pelanggaran di hadapan Allah. Raja yang pertama adalah Raja Manasye. Ia mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan berhala yang telah dihancurkan oleh Hizkia, mendirikan tiang Asyera dan menyembah Baal, mendirikan mezbah berhala di bait Allah, mempersembahkan anak-anak bagi berhala, dan sebagainya (33:1-9). Raja kedua adalah Raja Amon yang mempersembahkan dan beribadah kepada patung pahatan yang dibuat oleh Raja Manasye (33:21-23).
Terhadap tindakan dosa yang dilakukan oleh Raja Manasye dan Raja Amon itu, Tuhan menegur mereka. Terhadap teguran TUHAN, respons mereka berbeda. Saat menerima teguran TUHAN, Raja Manasye merendahkan diri dan berdoa pada Tuhan meminta pengampunan, dan TUHAN memberi pengampunan serta memulihkan Raja Manasye. Akan tetapi, Raja Amon merespons dengan cara yang berbeda. Saat menerima teguran TUHAN, Raja Amon tetap meneruskan praktik penyembahan berhala dan tidak mau merendahkan diri di hadapan Tuhan. Raja Amon mengeraskan hatinya dan terus menjalani hidup yang berdosa di hadapan Tuhan. Akhirnya, Raja Amon mati karena dibunuh oleh pegawai-pegawai di istananya (33:24-25).
Bila Anda berbuat dosa, TUHAN akan menegur Anda dengan berbagai cara menurut hikmat-Nya. Anda bisa saja mengaku dosa Anda di hadapan Tuhan, tetapi kemudian Anda kembali melakukan perbuatan dosa yang sama. Bila Anda masih sering jatuh dalam perbuatan dosa yang sama, hal itu menyakiti hati TUHAN! Bagaimana Anda merespons bila TUHAN menegur Anda saat Anda jatuh ke dalam dosa? Apakah Anda bersikap seperti Raja Manasye yang merendahkan diri dan bertobat atau Anda bersikap seperti Raja Amon yang menolak teguran TUHAN? Saat Anda jatuh ke dalam dosa dan menerima teguran TUHAN, apakah Anda bersedia membuka hati dan sadar, mengaku dosa, bertobat, dan mengubah cara hidup Anda? Atau sebaliknya, Anda menolak teguran TUHAN dan tidak mau bertobat karena sebenarnya Anda ingin terus hidup menikmati perbuatan dosa tersebut? Sadarilah bahwa TUHAN yang telah memilih dan menyelamatkan Anda itu memberikan teguran agar kita sadar, bertobat dan menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya karena Dia mengasihi Anda dan Ia menginginkan yang terbaik bagi diri Anda!