Kidung Agung 2:8-3:5

Penantian di Ambang Pernikahan

21 Juni 2026
Pdt. Timotius Fu

Bacaan Alkitab sebelumnya menceritakan sepasang kekasih yang dimabuk asmara dan saling memuji, lalu ditutup dengan tekad sang gadis untuk menjaga kekudusan seksualnya hingga hari pernikahan. Bacaan Alkitab hari ini melanjutkan kisah cinta mereka yang berkembang lebih jauh hingga ke ambang pintu pernikahan. Penulis menceritakan perasaan dan pengharapan yang kuat dari sang gadis saat menantikan datangnya hari pernikahan tersebut.

Layaknya pernikahan saat itu, sang gadis menanti kedatangan sang kekasih untuk menjemputnya masuk ke dalam pernikahan dengan penuh sukacita dan pengharapan yang besar. Penantian sang gadis digambarkan melalui tiga hal: Pertama, kepastian yang dibangun di atas janji yang kokoh (2:16). Sang gadis mengungkapkan bahwa mereka terikat oleh janji setia untuk saling memberi diri dan saling memiliki. Sang gadis yakin akan kesetiaan kekasihnya, meskipun sang kekasih digambarkan sebagai gembala di antara bunga bakung, simbol pergaulan yang luas di antara banyak gadis. Kedua, suasana hati yang riang gembira (2:8-15). Sang gadis memvisualisasi pertemuan dengan kekasihnya. Ia mendengar dan melihat kedatangan kekasihnya seperti kijang dan rusa yang melompat di gunung dan meloncat di bukit, simbol suasana hati yang penuh sukacita dalam waktu yang cepat. Suasana sukacita dan bahagia diperkuat dengan kemunculan sang kekasih secara tak terduga di balik jendela kamarnya dan mengucapkan kata-kata romantis yang penuh sukacita. Sang kekasih ingin membawanya pergi ke taman yang penuh bunga karena musim semi telah tiba, simbol datangnya musim percintaan. Ketiga, kerinduan yang besar akan datangnya hari pernikahan (3:1-5). Sukacita sang gadis berubah menjadi kerinduan saat ia sadar bahwa kekasihnya tidak berada di sampingnya. Dengan kerinduan yang besar, ia mencari dan menemukan kekasihnya, lalu membawa sang kekasih ke dalam kamar ibunya, simbol memasuki pernikahan. Sekali lagi, ia mengungkapkan tekad untuk mempertahankan kesucian seksualnya sampai saat hari pernikahan tiba.

Sama seperti sang gadis menanti kedatangan kekasih untuk menjemputnya masuk ke dalam pernikahan, gereja harus memiliki sikap yang sama dalam menantikan kedatangan Kristus menjemput gereja sebagai mempelai-Nya. Di satu pihak, gereja harus menantikan kedatangan-Nya dengan penuh pengharapan dan sukacita. Di pihak lain, gereja harus menjaga kekudusan hidup supaya pada saatnya nanti, gereja dapat mempersembahkan diri sebagai mempelai yang kudus kepada Kristus. Sebagai bagian dari gereja, apakah Anda mempersiapkan diri menyambut kedatangan-Nya dengan menjaga kekudusan hidup?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design