Kidung Agung 6:4-8:4

Memasuki Puncak Pernikahan

24 Juni 2026
Pdt. Timotius Fu

Bacaan Alkitab hari ini membawa cerita kembali ke alur sebelumnya, yakni pertemuan antara kedua mempelai dalam pernikahan. Bagian ini mencatat pertukaran pujian antara kedua mempelai dan ditutup dengan menikmati puncak cinta mereka, yakni hubungan seksual sebagai suami-istri. Dalam pujian pertama, pengantin laki-laki mengulangi banyak hal yang sudah ia ucapkan sebelumnya (6:4-9). Ia memuji kecantikan fisik mempelainya, tetapi hanya sampai sebatas muka, yakni mata, rambut, gigi, dan pelipis. Ia juga memuji keistimewaan mempelainya yang melebihi semua permaisuri dan selirnya serta gadis-gadis muda yang tak terbilang banyaknya. Pujian ini dibalas dengan ungkapan hati mempelai perempuan yang menyatakan siap turun ke kebun untuk menikmati anggur dan buah delima sebagai simbol penerimaan ajakan hubungan seksual dari pengantin laki-laki (6:11-12).

Dalam pujian kedua, perkataan pengantian laki-laki tidak hanya mengarah kepada bagian tubuh yang sensual, tetapi juga menunjukkan keinginan untuk berhubungan fisik dengannya (7:1-9a). Ajakan ini dijawab dengan kesediaan mempelai perempuan masuk ke dalam hubungan seksual sebagai puncak pernikahan (7:9b-8:4). Respons mempelai perempuan memakai beberapa gambaran yang merupakan simbol kesiapan memasuki puncak pernikahan. Ia berbicara tentang gairah kekasihnya kepadanya dan mengajaknya pergi ke padang bermalam berdua di antara bunga-bunga pacar. Ia berjanji untuk memberi cintanya di tengah kebun anggur dan di antara pohon delima. Ia berbicara tentang buah dudaim, yakni buah yang dapat meningkatkan libido dan menyerahkan kepada kekasihnya buah yang telah lama disimpannya, simbol penyerahan keperawanan kepada suaminya. Di bagian penutup, mempelai perempuan menyatakan bahwa ia akan memperlakukan suaminya seperti saudara laki-lakinya. Dalam budaya saat itu, pernyataan cinta secara terbuka kepada lawan jenis hanya boleh dilakukan kepada anggota keluarga inti. Dengan menerima suaminya seperti saudara laki-lakinya, ia menyatakan cinta secara terbuka kepada suaminya di depan umum.

Bacaan Alkitab hari ini mencatat kisah sepasang kekasih yang menikmati hubungan seksual sebagai puncak cinta mereka. Esensi hubungan seksual adalah penyerahan diri dan kepercayaan total kepada pasangan. Belajar dari prinsip di atas, gereja juga harus berserah sepenuhnya kepada Kristus dalam segala aspek kehidupan sebagai wujud keyakinan total kepada pemeliharaan dan kesetiaan Kristus kepada gereja-Nya. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah berserah total kepada Kristus dalam membangun relasi yang intim dengan Dia?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design