Yakobus 3

Lidah: Kecil tetapi Berbahaya

28 Juni 2026
Pdt Benny Purwanto

Orang beriman harus mawas diri dan mewaspadai perkataan yang hendak ia ucapkan karena perkataan sering membuat orang percaya jatuh ke dalam dosa. Peringatan untuk menjaga perkataan sebenarnya sudah dikemukakan di awal surat Yakobus, "Saudara-saudaraku yang terkasih, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." (1:19) Yakobus menginginkan agar para pembaca suratnya benar-benar memperhatikan dan mengendalikan lidah mereka.

Lidah itu kecil, tetapi sangat berbahaya jika tidak dikendalikan. Yakobus membandingkan lidah dengan kekang kuda serta kemudi kapal. Keduanya adalah gambaran yang sangat umum pada waktu itu dan sangat mudah dipahami, bahkan oleh orang yang paling sederhana sekalipun. Kekang kuda dapat mengatur arah—dan bahkan kecepatan—dari lari seekor kuda, sedangkan kemudi kapal—sekalipun kecil— dapat menentukan arah sebuah kapal besar. Gambaran lain yang digunakan Yakobus untuk memperlihatkan betapa berbahayanya lidah adalah dengan memakai gambaran tentang api. Kalimat terakhir di ayat 5 berbunyi, "Lihatlah, betapa pun kecilnya, api dapat membakar hutan yang besar." Perkataan yang keluar dari mulut Anda dapat memiliki dampak yang sangat merusak bagi orang lain.

Yakobus mengingatkan bahwa tidak seharusnya lidah yang dipakai orang percaya untuk memuji Tuhan, dipakai juga untuk mengutuk orang lain yang diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan sendiri. Hal ini sama seperti sebuah mata air yang memancarkan dua jenis air yang berbeda, yang satu air tawar dan yang satu lagi air yang pahit. Jika dipikirkan secara logika seharusnya tidak mungkin sebuah mata air menghasilkan dua jenis air yang berbeda rasanya. Atau pohon ara yang menghasilkan buah zaitun dan pohon anggur yang menghasilkan buah ara? Tetapi ternyata hal itu sangat mungkin terjadi dengan lidah orang percaya yang tidak dijaga dengan baik. Dari satu lidah keluar pujian kepada Tuhan dan kutuk terhadap sesama.

Yakobus 1:26 berkata, "Jikalau seseorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." Ibadah bukan hanya berlangsung saat Anda datang ke gereja dan memuji Tuhan, tetapi ibadah juga berlangsung saat Anda menjalani kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, di tempat kerja, atau di tengah masyarakat. Saat kita berada di luar gereja, perkataan seperti apa yang akan didengar oleh orang-orang di sekitar Anda? Apakah perkataan Anda memiliki dampak yang baik atau justru sangat merusak?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design