Yakobus 4

Persahabatan dengan Tuhan atau Dunia?

29 Juni 2026
Pdt Benny Purwanto

Hawa nafsu, pembunuhan, ketamakan, iri hati, pertengkaran dan perkelahian adalah hasil perwujudan dari persahabatan dengan dunia. Hal-hal ini adalah hasil dari ketidaktundukan orang percaya kepada Allah. Yakobus bukan sedang berbicara kepada orang yang tidak beriman, tetapi kepada orang beriman yang ternyata masih bisa melakukan semua hal yang disebutkan di atas. Yakobus mengingatkan bahwa sebagai pengikut Kristus, seharusnya orang percaya tidak dikuasai oleh hawa nafsu, tetapi dikuasai oleh Kristus. Doa yang seharusnya menjadi tempat menyelaraskan diri dengan kehendak Allah justru dipakai sebagai alat untuk meminta sesuatu kepada Allah dengan tujuan memuaskan hawa nafsu. Jelas bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan doa yang seperti itu. Yakobus tidak segan-segan menyebut orang percaya yang masih dikuasai hawa nafsu sebagai orang yang tidak setia. Sebutan ini mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang, tetapi sebutan ini sangatlah tepat. Kata "persahabatan" berasal dari kata philos yang menunjuk pada sebuah aliansi. Dalam masyarakat Yunani, hal itu menyiratkan sebuah loyalitas yang diungkapkan melalui tindakan nyata. Orang percaya tidak bisa setia kepada Allah, sekaligus setia kepada hawa nafsunya. Konsekuensi hidup berdasarkan hawa nafsu adalah bahwa orang percaya itu menjadikan dirinya sebagai musuh Allah.

Yakobus menambahkan bahwa berbeda dengan orang-orang dunia yang biasanya tidak melibatkan Tuhan dalam perencanaan mereka, orang percaya seharusnya melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan. Melibatkan Tuhan dalam perencanaan adalah hal yang amat penting karena kita menyadari bahwa hidup ini sangat singkat dan Tuhan merupakan pemilik hidup ini. Orang percaya tidak pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil mereka. Yakobus mengingatkan bahwa kehidupan ini sama seperti uap yang sebentar saja muncul, lalu lenyap. Kalimat "Jika Tuhan menghendakinya" merupakan pewujudan iman dan keberserahan orang percaya kepada Tuhan dalam segala rencana yang akan ia lakukan.

Dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya, cara hidup kita harus sangat berbeda dengan dunia ini. Jangan serahkan diri Anda untuk dikuasai oleh hawa nafsu, tetapi serahkanlah diri Anda kepada Allah, Sang Pemilik kehidupan. Pakailah doa sebagai sarana untuk mengetahui dan menyelaraskan diri terhadap kehendak Allah dan bukan untuk memaksa Allah melakukan hal-hal yang kita inginkan. Saat merencanakan sesuatu, libatkanlah Allah dan serahkanlah semua rencana Anda kepada Allah.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design