Banyak orang—termasuk orang beriman—tidak sabar saat menghadapi penderitaan dan ingin segera keluar dari penderitaan atau masalah yang mereka hadapi. Di ayat 7-8, Yakobus mengingatkan pembaca suratnya agar sabar dan meneguhkan hati saat menderita penganiayaan, "Karena itu, Saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan!" (5:7a). Kata "Bersabarlah" dalam ayat itu adalah terjemahan dari kata Yunani makrothumeo yang menunjuk bukan hanya pada sikap bersabar, tetapi juga bertahan dalam penderitaan yang dialami. Kesabaran ini bersifat aktif, bukan pasif, dan berakar pada kasih dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan orang percaya. Yakobus menjelaskan bahwa kesabaran orang beriman itu seperti seorang petani yang harus terus bekerja dan mengolah tanah dengan sabar sambil menantikan hasil tanahnya, dan mereka pun harus sabar menantikan hujan awal dan hujan akhir.
Sekalipun banyak faktor yang bisa membuat seseorang menderita, Yakobus secara khusus memperingatkan orang-orang kaya agar jangan membuat orang lain menderita. Upah yang ditahan (5:4), bahkan tindakan menghukum dan membunuh orang benar (5:6) adalah dua hal yang memunculkan penderitaan. Kekayaan yang dimiliki seharusnya dipakai untuk menjadi berkat, bukan untuk menindas orang yang lemah. Di sebagian besar wilayah pedesaan Kekaisaran Romawi, termasuk di pedesaan Galilea, para pemilik tanah yang kaya biasanya memperoleh dan mengambil keuntungan dari kerja keras para petani dan para budak yang menggarap perkebunan mereka. Tenaga para petani dan para budak diperas, tetapi upah sering ditahan. Banyak buruh harian bergantung pada upah harian mereka untuk membeli makanan bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Menahan upah mereka berarti membuat mereka dan keluarganya kelaparan. Sungguh menyedihkan bahwa orang kaya sering terbebas dari hukuman karena memberi suap kepada hakim, sedangkan orang miskin sering menjadi korban ketidakadilan di pengadilan. Yakobus mengingatkan bahwa orang kaya jangan sampai membuat orang lain menderita karena Tuhan mendengar teriakan dan keluhan orang miskin.
Yakobus mengingatkan kepada orang beriman bahwa saat menghadapi penderitaan, orang beriman bisa berdoa kepada Allah karena Allah yang mendengar doa mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang luar biasa. Bagaimana respons dan sikap Anda sebagai orang beriman saat Anda mengalami penderitaan? Apakah Anda sudah menggunakan harta yang Tuhan percayakan kepada diri Anda untuk menjadi berkat bagi orang lain atau Anda justru memakainya untuk menindas dan mengintimidasi sesama?