Yehezkiel 8-9

TUHAN yang Melihat Segalanya

5 Juli 2026
GI Jokhana

Di pasal 8, kepada Yehezkiel diperlihatkan sesuatu yang mengerikan! Dosa umat Allah bukan hanya terjadi di luar, tetapi juga tersembunyi di dalam Bait Allah! Mereka beribadah, tetapi hati mereka dipenuhi dengan berhala. Mereka menyembah apa yang najis, meratap kepada dewa asing, bahkan membelakangi TUHAN untuk sujud kepada matahari. Semua ini adalah praktik penyembahan kafir yang dibenci TUHAN dan menjijikkan di mata-Nya. Umat Allah telah benar-benar menolak Allah, mencemarkan kekudusan-Nya, dan mengganti Allah dengan ilah lain. Dosa umat Israel sudah memuncak. Ironisnya, mereka malah berkata, "TUHAN tidak melihat kita." (8:12). Akan tetapi, kebenaran Allah dinyatakan, yaitu bahwa sesungguhnya, TUHAN melihat segalanya! Tidak ada dosa yang tersembunyi di hadapan-Nya. Berulang kali, TUHAN bertanya apakah Yehezkiel melihat. Pertanyaan itu adalah panggilan untuk melihat seperti Tuhan melihat. Selanjutnya, TUHAN berkata bahwa Yehezkiel akan melihat perbuatan-perbuatan yang lebih menjijikkan. Dosa tidak berhenti, melainkan makin dalam, makin tersembunyi, dan makin merusak. TUHAN membawa Yehezkiel untuk masuk makin jauh, dari pelataran hingga ke ruang terdalam, untuk menunjukkan bahwa kerusakan rohani umat Israel telah mencapai pusat ibadah. Sebelum penghakiman dilaksanakan, TUHAN memastikan bahwa dosa benar-benar terlihat, bukan hanya secara lahiriah, tetapi sampai kedalaman hati. Sering kali, masalah terbesar kita bukan bahwa kita tidak melihat dosa, tetapi kita tidak melihat seperti Allah melihatnya.

Penghakiman TUHAN dimulai dari tempat kudus-Nya sendiri (9:6). Enam pelaksana penghukuman diutus, tetapi ada satu yang menandai mereka yang berdukacita atas dosa, yaitu mereka yang hatinya masih peka terhadap kekudusan TUHAN (9:4). Penghakiman Allah terjadi bukan karena Ia kehilangan kasih, tetapi karena kekudusan-Nya tidak dapat berkompromi dengan dosa yang terus-menerus ditolak untuk ditinggalkan. Umat telah melihat, mendengar, dan diperingatkan berkali-kali, tetapi tetap mengeraskan hati. Pada titik ini, penghakiman adalah ekspresi keadilan Allah yang kudus, bukan kekejaman. Ketika penghakiman datang, garis pemisah menjadi jelas; bukan antara yang tampak rohani dan yang tidak, tetapi antara yang melihat dosa dan berduka karenanya, dengan yang menyembunyikannya serta menganggap TUHAN tidak melihat. Apakah Anda melihat dosa dalam hidup Anda seperti Allah melihatnya atau Anda masih hidup dalam ilusi palsu bahwa Allah tidak memperhatikan? Ingatlah bahwa TUHAN melihat! Ia memanggil Anda bukan agar Anda bersembunyi, tetapi agar Anda bertobat dan kembali kepada-Nya dengan hati yang hancur.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design