Yehezkiel 43:1-44:3

Kemuliaan TUHAN Kembali!

6 Agustus 2026
GI Jokhana

Satu momen yang sangat menyedihkan dalam Kitab Yehezkiel adalah saat kemuliaan TUHAN meninggalkan Bait Suci (pasal 10–11). Ketidakhadiran Allah adalah tragedi dan kehilangan terbesar bagi umat Israel. Bait itu menjadi bangunan kosong tak berarti. Namun, TUHAN sendiri membalikkan penghakiman-Nya dan memulihkan hubungan perjanjian dengan umat-Nya. Kemuliaan TUHAN kembali ke tengah umat-Nya! Dalam bacaan Alkitab hari ini, kemuliaan TUHAN kembali masuk melalui pintu gerbang timur, arah yang sama dengan saat kemuliaan TUHAN meninggalkan Bait sebelumnya. Kini, dari arah yang sama, kemuliaan itu datang kembali menuju Rumah Tuhan. Kemuliaan TUHAN dinyatakan lagi dan Yehezkiel tersungkur (43:3). Allah yang hadir di Babel sama dengan Allah di Yerusalem. Inilah penghiburan besar, sebab TUHAN adalah Raja atas seluruh bumi yang tidak terkalahkan oleh ilah-ilah Babel. Allah yang dulu pergi karena dosa, kini kembali karena anugerah-Nya. Penghakiman diganti pemulihan, dan TUHAN sendiri berjanji untuk tinggal di tengah umat-Nya selamanya (43:7,9).

Fokus kemudian beralih pada mezbah dan kurban bakaran (43:13-27). Hadirat Allah yang kudus hanya dapat didekati melalui pendamaian. Mezbah menjadi pusat kehidupan rohani Israel karena dosa telah menciptakan keterpisahan dengan Allah, sehingga kurban diperlukan untuk pendamaian. Sebelum penyembahan dipulihkan, mezbah harus disucikan. Imamat 8–9 memperlihatkan bahwa penahbisan mezbah selama tujuh hari merupakan tanda bahwa Allah tetap melanjutkan hubungan perjanjian dengan umat-Nya. Bagi para buangan, hal ini menjadi tanda bahwa relasi mereka dengan Allah belum berakhir. Akses kepada Allah mulai terbuka. Akan tetapi, akses itu hanya dapat terjadi melalui kurban pendamaian.

Ketika Allah hadir di tengah umat-Nya, respons umat adalah datang kepada Allah melalui akses yang terbuka. Namun, umat-Nya juga harus memelihara kekudusan secara teratur dan penuh hormat. Pintu gerbang timur yang tertutup setelah kembalinya kemuliaan Allah (44:1-3) menjadi memorial permanen dari kehadiran dan kekudusan Allah yang harus dijaga umat-Nya. Sekarang, Allah menyatakan kehadiran-Nya melalui Yesus Kristus (Yohanes 1:14). Ia adalah kurban pendamaian yang sempurna untuk membawa manusia berdosa kembali kepada Allah. Oleh karena itu, penyembahan kita bukan sekadar ritual karena seluruh hidup kita dipanggil untuk memancarkan kemuliaan Allah. Kehadiran Allah bukan hanya menjadi kabar sukacita bagi kita, tetapi juga menolong kita untuk hidup dalam kekudusan. Apakah Anda sungguh-sungguh bersukacita atas kehadiran Allah melalui Kristus, dan Anda telah hidup dengan kesadaran bahwa Ia hadir dalam hidup Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design