Seorang sejarawan pernah berkata, "Sejarah manusia adalah kuburan bagi kerajaan-kerajaan besar." Memang benar, Babel, Persia, Yunani, dan Roma, semuanya pernah berdiri megah, tetapi kini hanya tersisa puing dan catatan sejarah. Di tengah perubahan itu, ada satu kerajaan yang berbeda, yaitu Kerajaan yang tidak dibangun oleh tangan manusia, dan tidak akan pernah hancur. Inilah pesan besar dari mimpi Raja Nebukadnezar yang disingkapkan Allah melalui Daniel. Di balik gemerlap kekuasaan Babel, Allah memperlihatkan rencana-Nya yang kekal, yaitu bahwa semua kerajaan manusia hanyalah sementara, tetapi Kerajaan Allah akan bertahan selamanya.
Pasal 2 adalah salah satu bagian paling dramatis dalam Kitab Daniel. Raja Nebukadnezar, penguasa terbesar pada zamannya, resah karena sebuah mimpi misterius. Ia melihat patung besar dengan kepala emas, dada dan lengan perak, perut dan paha tembaga, kaki besi, dan sebagian tanah liat. Patung itu tampak kuat, tetapi sebuah batu terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia menghantamnya, menghancurkannya, dan batu itu tumbuh menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. Raja Babel terpesona dan takut. Akan tetapi, bagi Daniel, mimpi itu bukan sekadar nubuat politik. Mimpi itu merupakan wahyu Allah tentang sejarah dunia. Mimpi itu adalah deklarasi Allah bahwa Dialah Penguasa Sejati atas sejarah manusia, dan kerajaan-kerajaan dunia hanyalah alat sementara di tangan-Nya.
Daniel menjelaskan bahwa setiap bagian dari patung itu melambangkan kerajaan besar yang akan datang silih berganti: Babel, Media-Persia, Yunani, dan Roma. Semua kerajaan itu bangkit dengan kebanggaan, tetapi semuanya akan runtuh. Akan tetapi, di tengah siklus kehancuran itu, Tuhan akan mendirikan kerajaan yang lain, yaitu Kerajaan yang tidak akan pernah hancur (1:44). Kerajaan itu tidak dibangun oleh manusia. Batu yang menghancurkan patung itu melambangkan intervensi langsung Allah, yaitu tindakan Ilahi yang tidak tergantung pada kekuatan politik atau militer. Intervensi itu menunjuk kepada kedatangan Kristus, Sang Raja yang datang bukan dengan pedang, melainkan dengan salib. Kerajaan-Nya bukan dimulai dari istana, melainkan dari hati manusia yang ditaklukkan oleh kasih dan kebenaran Allah. Kita hidup di zaman saat banyak orang menaruh harapan pada "kerajaan-kerajaan" modern seperti kekuasaan, ekonomi, teknologi, bahkan nama besar pribadi. Akan tetapi, semua itu seperti patung Raja Nebukadnezar yang akan retak dan roboh. Apakah Anda menaruh pengharapan Anda pada kerajaan dunia yang fana atau pada kerajaan Kristus yang kekal?