Tidak banyak orang yang akan memberi perhatian khusus pada tokoh-tokoh yang dianggap tidak populer. Kisah tentang Daniel di gua singa, Daud dan Goliat, Musa membelah air laut pasti dikenal luas. Bukan hanya di kalangan orang percaya, industri film pada umumnya pun mengangkat kisah-kisah populer dalam Alkitab tersebut ke layar lebar. Akan tetapi, Ezra tidak pernah melakukan perbuatan spektakuler yang mengundang decak kagum orang-orang yang hidup sezaman atau setelah zaman itu. Ezra ?hanya? seorang imam yang mengabdikan diri untuk mempelajari firman Tuhan, bertekad untuk mempraktikkannya, dan berkomitmen untuk mengajarkannya. Jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan tokoh-tokoh besar dalam Perjanjian Lama, tidak banyak orang yang cukup peduli dengan apa yang dilakukan Ezra.
Kitab Ezra ditulis dalam konteks penggenapan janji pemulihan bangsa Israel. Kitab ini dibagi menjadi dua bagian besar. Tiga ayat pertama di bagian pertama kitab Ezra mengulang kalimat terakhir dalam 2 Tawarikh 36:22-23 yang berisi instruksi Raja Kores. Bangsa Israel dipersilahkan untuk pulang dan membangun kembali rumah Allah. Zerubabel memimpin kepulangan rombongan pertama, 70 tahun sesudah pembuangan (pasal 2). Setelah tiba, mereka mulai mendirikan altar dan dasar bait Allah (pasal 3). Akan tetapi, perlawanan muncul dari pihak musuh (pasal 4). Pada masa ini, Nabi Hagai dan Zakharia menyampaikan firman yang mendorong untuk melanjutkan pembangunan (pasal 5). Akhirnya, Raja Darius mengeluarkan dekret yang berisi dukungan untuk melanjutkan pembangunan hingga selesai (pasal 6). Ezra memimpin kepulangan rombongan kedua, 80 tahun sesudah rombongan pertama. Tugas Ezra adalah mengatur masalah-masalah yang muncul di sana (pasal 7-8). Ezra mengamati bahwa dosa perzinaan dan perkawinan campur bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lain sangat berbahaya. Lalu, Ezra merendahkan hatinya di hadapan Allah dan berdoa bagi bangsanya (9:1-15), seakan-akan dosa itu adalah dosa pribadinya (10:1). Respons pribadinya atas ketidaktaatan bangsanya memimpin dia untuk membawa bangsanya kembali kepada Allah. Perhatikan bahwa semuanya itu ia lakukan berdasarkan firman TUHAN!
Bacalah kitab Ezra ini dengan hati, bukan hanya dengan pikiran. Camkan kerendahan hati Ezra terhadap firman Allah yang membuat ia menundukkan diri dan menaati firman Allah sedemikian rupa. Berkomitmenlah untuk melayani Allah sesuai dengan apa yang tertulis dalam firman-Nya sebagaimana yang dilakukan oleh Ezra. [GI Mario Novanno]
Renungkanlah betapa dalamnya ungkapan, "TUHAN menggerakkan hati ..." (1:1) dan "... yang hatinya digerakkan Allah..." (1:5). Kita tahu bahwa tidak mudah mengubah hati manusia! Kebanyakan kita pernah frustrasi terhadap sesama yang kita nilai keras hati. "Saya memang orangnya begini!" atau "Dia memang orangnya begitu!" adalah ungkapan yang cukup sering kita dengar saat berhadapan dengan orang yang keras kepala. Perhatikan bahwa orang yang mengatakan ungkapan di atas umumnya adalah orang yang berkemampuan di atas rata-rata atau kaya harta, pengalaman, wawasan, koneksi, dan gaya. Orang seperti ini seperti paku bumi (tiang pancang beton yang besar) yang tertancap kokoh. Sikap orang seperti ini hampir tidak mungkin digoyahkan.
Raja Kores adalah seorang maharaja di zamannya. Wilayah kekuasaannya terbentang luas dari Afrika hingga Asia (lihat Ester 1:1). Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Babel yang besar dan kuat ditaklukkan. Pengalaman, pengetahuan, kekuasaan, kekuatan, kekayaan, dan semua yang ada padanya memungkinkan membuat dia menjadi raja yang tinggi hati dan keras kepala. Meskipun memiliki banyak penasihat yang sangat bijaksana, jika dia bersikeras dengan keputusannya, keputusan itu tetap dilaksanakan. Tidak ada seorang pun yang bisa menggoyah keputusannya. Orang Israel memang pernah mendengar firman TUHAN yang diucapkan Nabi Yeremia tentang masa pembuangan mereka yang berlangsung selama 70 tahun (Yeremia 25:11; 29:10). Akan tetapi, mereka hanya dapat sekadar berharap. Seandainya mereka punya akses dan daya untuk memengaruhi pun, belum tentu Kores akan bergerak. Namun, TUHAN setia pada janji-Nya. Dia bertindak! TUHAN menggerakkan hati Kores sehingga firman TUHAN yang diucapkan oleh Nabi Yeremia digenapi! Bagaimana caranya? Tidak ada yang tahu! Ingatlah bahwa kesimpulan Ezra bukan untuk dipahami, tetapi untuk diyakini, yaitu bahwa TUHAN itu Mahakuasa! Pengumuman disampaikan agar orang Israel kembali ke tanah mereka. Selain itu, orang Israel diperintahkan dan difasilitasi untuk membangun kembali rumah TUHAN di Yerusalem! Akan tetapi, tidak semua orang Israel mau kembali. Hanya sebagian kecil--42.360 orang--yang mau kembali (2:64). Tujuh puluh tahun di Babel pasti sudah menghasilkan stabilitas dan kenyamanan. Namun, perhatikan perkataan "... setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk pulang dan mendirikan Rumah TUHAN di Yerusalem." (1:5). TUHAN berinisiatif menggerakkan, sehingga ada orang yang memilih pulang dan melayani TUHAN. Bila TUHAN berinisiatif menggerakkan, segala sesuatu mungkin terjadi! Apakah Anda pernah meminta dan menanti TUHAN bertindak agar sesuatu yang penting terjadi? [GI Mario Novanno]