Ezra 3

Meletakkan Dasar Terpenting

23 Agustus 2026
GI Mario Novanno

Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kemuliaan bagi diri-Nya dan demi kebaikan orang-orang yang dikasihi-Nya (bandingkan dengan Roma 8:28). Bayangkan apa yang dipikirkan dan dirasakan umat Israel selama 7 bulan sejak mereka kembali dari pembuangan dan menetap kembali di kota-kota mereka (3:1). Tujuan pemulangan mereka oleh raja Kores adalah untuk mendirikan rumah TUHAN di Yerusalem (1:2). Akan tetapi, perlu waktu 14 bulan bagi mereka untuk mulai membangun rumah TUHAN (3:8). Mengapa? Mereka menunda pekerjaan membangun rumah TUHAN karena mereka takut terhadap bangsa-bangsa negeri itu (3:3). Selama 7 bulan pertama, mereka melihat fakta bahwa mereka hanya minoritas. Ada bangsa-bangsa yang sudah mendominasi kampung halaman mereka. Mereka mengamati kebiasaan dan kehidupan ‘beragama’ bangsa-bangsa itu. Selama itu pula, mereka mencoba berinteraksi dan menilai kerelaan bangsa-bangsa itu jika mereka mendirikan kembali rumah TUHAN. Mereka menyimpulkan bahwa tampaknya akan timbul keresahan yang bisa merugikan bila mereka mendirikan rumah TUHAN. Oleh karena itu, mereka melakukan test the water (coba-coba) dengan mendirikan mezbah untuk mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Mereka berpikir bahwa seharusnya, mezbah bakaran tidak semencolok pembangunan rumah TUHAN yang besar. Mereka mengamati bahwa ternyata, kurban bakaran tidak menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, perayaan Hari Raya Pondok Daun menjadi ujian selanjutnya terhadap reaksi bangsa-bangsa lain. Selangkah demi selangkah, mereka berusaha meyakinkan diri mereka dan memupuk keberanian untuk mulai membangun. Setelah 14 bulan, barulah mereka meletakkan dasar pembangunan Rumah TUHAN. Semua itu didasari oleh rasa takut terhadap kemungkinan terburuk yang akan mereka alami jika secara gegabah mulai membangun.

Rasa takut orang Israel justru Tuhan pakai untuk memulai pembangunan dengan benar. Pembangunan fisik rumah TUHAN adalah perkara kecil bagi TUHAN, bukan perkara yang terlalu sulit juga bagi orang Israel karena mereka pasti punya skill-nya. Akan tetapi, apakah hati orang Israel tertuju kepada TUHAN ketika membangun? Apakah mereka menyadari betapa pentingnya pembangunan ini? Adanya kesadaran jauh lebih penting untuk dibangun! TUHAN—memakai ketakutan Israel—meletakkan dasar terpenting dalam membangun dengan benar di mata TUHAN. Yang terpenting bukan bangunan fisik yang megah, mewah, dan memukau, namun fondasi/dasar rohani yang kuat di mata TUHAN. Apakah Anda selalu berusaha mengutamakan hal-hal yang terpenting di mata TUHAN.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design