Ketakutan orang Israel terhadap reaksi negatif bangsa-bangsa lain akhirnya benar-benar terjadi. Bangsa-bangsa lain menentang pekerjaan membangun Bait Suci! Kehendak TUHAN ditentang mulai dengan cara yang paling halus hingga cara yang paling kasar: Pertama, lawan orang Israel berusaha menyusup penjadi bagian komite pembangunan. Mereka menawarkan bantuan dan kemudahan (tenaga tambahan dan manfaat dari koneksi yang luas yang mereka miliki), tetapi ada bahaya tersembunyi yang disinyalir oleh Zerubabel, Yesua, dan para kepala kaum orang Israel, sehingga mereka menolak (4:3). Penolakan itu mungkin disebabkan oleh alasan ketidakmurnian, yaitu karena mereka adalah para penyembah berhala, atau karena mereka sebenarnya ingin mengacau—atau paling tidak menghambat—pembangunan. Kedua, setelah ditolak, mereka berusaha melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun (4:5). Jika hati yang teguh berhasil dilemahkan, keraguan akan muncul. Pertimbangan-pertimbangan rasional dan realistis akan mengambil alih. Akibatnya, demi mengamankan dan menyamankan diri sendiri, pilihan yang berpusat pada diri sendirilah yang dipilih. Ketiga, dengan memanfaatkan koneksi terhadap ordal (orang dalam, yaitu para penasihat) yang korup, lawan orang Israel menyogok oknum-oknum agar melawan orang Yehuda dan menggagalkan rencana mereka. Pada puncaknya, mereka ingin memastikan bahwa rencana jahat mereka berhasil dengan menulis surat tuduhan kepada pembuat keputusan tertinggi, yaitu raja Ahasweros. Surat tersebut bukan sekadar surat tuduhan. Bila dibaca dengan teliti, terlihat jelas skenario bahwa narasi yang mereka susun benar-benar menyudutkan dan melemahkan posisi orang Israel di mata raja. Sebenarnya, surat itu lebih cocok disebut sebagai surat fitnah daripada surat tuduhan. Dalam hikmat TUHAN, mereka diizinkan—untuk sementara—berhasil mencapai tujuan jahat mereka.
Tidak ada pekerjaan TUHAN yang tidak mengalami hambatan. Dari sejak pertama, Iblis tidak pernah tinggal diam menentang dan melawan TUHAN. Itu sudah naturnya. Maka tidak heran jika setiap pekerjaan TUHAN pasti juga akan ditentangnya. Justru, jika ada pekerjaan TUHAN yang sangat lancar dari awal hingga akhir, maka kita perlu bertanya dan waspada, jangan-jangan Iblis sedang tepuk tangan karena sebenarnya itu bukan pekerjaan TUHAN. Kita cenderung berpikir bahwa TUHAN akan membuat segala sesuatu lancar jika sesuai dengan kehendaknya. Faktanya adalah sebaliknya. Hambatan dalam pekerjaan Allah adalah normal. Menanti hambatan membuat kita siap saat menghadapinya. Apakah Anda siap menghadapi hambatan?