Ezra 8

Tangan Allah Melindungi

27 Agustus 2026
GI Mario Novanno

Apakah Anda pernah menempuh perjalanan selama empat bulan? Kecuali bisa menikmatinya—di samping perlu amat banyak waktu dan uang—perjalanan itu dapat terasa hampa, membosankan, dan akan menimbulkan penyesalan jika terjadi ‘apa-apa’ di tengah jalan. Ezra berangkat dari Babel pada tanggal satu bulan pertama dan tiba di Yerusalem pada tanggal satu bulan kelima tahun ketujuh zaman raja Artahsasta (7:8-9), menempuh jarak sejauh 900 mil (sekitar 1.450 km). Bagi kita yang hidup di era serba cepat, itu adalah waktu yang sangat lama dan terlalu banyak urusan yang kita korbankan. Jangan lupa, ini bukan perjalanan petualangan, apalagi wisata! Perjalanan ini sangat menantang dan berbahaya karena mereka membawa perkakas dari emas dan perak dalam jumlah yang sangat besar (minimal yang dicatat dalam ayat 26-27 adalah 650 talenta perak, 100 talenta emas, perlengkapan perak seharga 100 talenta, 20 piala emas seharga 1.000 dirham, dan 2 perlengkapan dari tembaga murni yang berkilau dan indah seperti emas). Dari perhitungan kasar, nilai harta yang dibawa Ezra dan rombongannya—jika dikonversikan ke rupiah—adalah lebih dari Rp 11,7 triliun, berdasarkan ketentuan 1 talenta = 34 kg = 6.000 dinar; 1 dirham = 1 dinar, yaitu upah pekerja harian. (UMR harian Jakarta tahun 2026 adalah Rp 220.000,-). Harga perak Rp 110.000,- per gram; emas Rp 2.700.000,- per gram. Jadi, 650 talenta perak adalah lebih dari Rp 2,4 triliun; 100 talenta emas adalah lebih dari Rp 9.1 triliun; Perak seharga 100 talenta = Rp 132 milyar; emas seharga 1.000 dirham = Rp 220 juta. Selain nilainya sangat besar, bobot harta benda itu diperkirakan seberat 25 ton (25.000 kg)! Yang luar biasa, Ezra sama sekali tidak memakai jasa keamanan (8:22) dan jasa pindahan. Apakah ia nekat, naif, atau bodoh? Bukan ketiganya, melainkan ia beriman kepada TUHAN ("Tangan Allah kami melindungi kami", 8:22, 23) dan ia merendahkan hati di hadapan TUHAN (8:21).

Hidup manusia adalah sebuah perjalanan. Perjalanan apa yang Saudara sedang jalani saat ini? Adakah perjalanan itu terasa berbahaya, lama, dan berat? Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah Saudara menjalaninya dengan iman kepada Tuhan? Pastikanlah bahwa Saudara merendahkan diri memohon kepada TUHAN sambil mengimani dan mengamini hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Ezra: "Tangan Allah kami melindungi kami." Perjalanan kita sebagai anak-anak Allah baru akan berakhir ketika kita meninggalkan dunia ini atau ketika Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya. Sementara itu, jalanilah hidup ini bersama dengan Tuhan. Tuhan adalah Allah yang Imanuel, yang telah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita di setiap musim kehidupan kita.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design