Ezra belum melakukan tindakan apa pun dalam menghadapi masalah dosa yang dilakukan bangsanya. Umat Israel yang sangat besar jumlahnya datang berhimpun ke dekat dirinya. Yang baru Ezra lakukan adalah berdoa, mengaku dosa, sambil menangis dan bersujud di depan Rumah Allah. Apa yang menggerakkan laki-laki, perempuan, dan anak-anak dalam jumlah yang besar berhimpun ke dekat Ezra dan menangis keras-keras? Ezra belum memanggil mereka dan mempertanyakan segala dosa yang mereka lakukan ketika Sekhanya bin Yehiel dari bani Elam mewakili jemaat yang besar itu mengaku dosa kepada Ezra, menawarkan komitmen, dan meminta Ezra bertindak (10:2-4). Apa yang menggerakkan Sekhanya, sehingga ia berani mengatakan semua itu? Tampaknya, Ezra bukan tipe orang yang suka mengintimidasi orang lain dengan sikap dan bahasa tubuhnya. Ezra hanya berdoa dengan sikap jujur yang mengekspresikan kegundahan hatinya. Sikapnya tidak dibuat-buat supaya dilihat orang lain. Jadi, jika kedua pertanyaan di atas dijawab, jawabannya adalah dampak doa yang Ezra naikkan kepada Allah.
Orang-orang yang melakukan perkawinan campur ini bukan hanya rakyat biasa, tetapi juga para imam (yang semestinya menjadi acuan moral dan spiritual bangsa Israel), orang Lewi (yang seharusnya menguduskan diri dari kecemaran), para pemuka (yang seharusnya memberikan teladan), dan para penguasa. Ezra bukan menghadapi orang sembarangan. Ini tantangan berat untuk menegakkan firman Tuhan yang melarang perkawinan campur (Keluaran 34:16). Jika kita berada di posisi Ezra, apa yang akan kita katakan kepada para petinggi bangsa Israel? Bagaimana kita akan mengatakannya? Doa Ezra memperlihatkan bahwa secara garis besar, ia hanya mengaku dosa dan gentar menghadapi konsekuensi dosa bangsanya setelah apa yang Allah lakukan bagi mereka. Akan tetapi, hal itu cukup bagi Tuhan untuk bekerja dalam hati Sekhanya, sehingga ia mengatakan hal yang tak terduga, "Kami telah berlaku tidak setia terhadap Allah.... Kita akan menyuruh pergi semua perempuan itu dengan anak-anak yang dilahirkan mereka, menurut nasihat Tuan ... menurut hukum Taurat. Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu; kami akan menyertaimu. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!" Sekhanya—pelaku dosa itu—bertobat dan justru mendorong Ezra untuk melakukan apa yang perlu dilakukan. Inilah dampak doa!
Akibat instruksi Ezra, banyak orang—mulai dari pemimpin bangsa Israel hingga rakyat—menyuruh istri mereka yang merupakan perempuan asing untuk pergi dengan anak-anaknya. Inilah dampak doa! Tetaplah berdoa (1 Tesalonika 5:17).