Sebuah pepatah berbunyi, "Doa tanpa usaha adalah sikap pengemis, sedangkan usaha tanpa doa adalah sikap pekerja paksa." Setelah menunjukkan pentingnya berdoa, bacaan hari ini menunjukkan pentingnya berusaha mencapai hasil pelayanan yang terbaik bagi Allah. Teks hari ini dimulai dengan pertolongan Allah yang menggerakkan Raja Artahsasta untuk tidak hanya mengizinkan Nehemia pulang ke Yerusalem guna menolong bangsanya, tetapi juga menyediakan kebutuhan bagi pembangunan dan menjamin keamanan perjalanan. Hal ini mengingatkan kita bahwa Allah mendengar doa umat-Nya dan menjawab sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya. Dengan pertolongan Allah, Nehemia selanjutnya menjalankan tugasnya dengan melakukan beberapa usaha penting untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan dengan baik.
Usaha pertama Nehemia adalah memeriksa kondisi tembok Yerusalem (2:11-16). Tiga hari setelah tiba di Yerusalem, Nehemia turun ke lapangan untuk memahami kondisi secara nyata dan memastikan apa yang perlu dilakukan. Nehemia tidak mengambil keputusan berdasarkan hasil laporan saja, tetapi ia memastikan bahwa laporan yang ia terima sesuai dengan fakta di lapangan. Setelah memahami kondisi lapangan, Nehemia mempersiapkan hati para pemimpin kota supaya siap mendukung pembangunan ini (2:17-20). Nehemia sadar ada dua hal yang dapat membuat para pemimpin kota kehilangan semangat dalam pembangunan tersebut, yakni kondisi kota yang hancur berantakan dan hadirnya beberapa musuh, yakni Sanbalat, Tobia, dan Gesyem yang tidak hanya mengolok-olok mereka, tetapi juga memberikan ancaman fisik jika mereka melakukan pembangunan. Untuk membangkitkan semangat para pemimpin, Nehemia menceritakan kebaikan dan kuasa Allah yang telah menolongnya hingga mendapat dukungan dari raja dan melakukan perjalanan dengan lancar. Melalui cerita tersebut, Nehemia mengarahkan para pemimpin untuk lebih berharap dan bersandar kepada Allah daripada melihat kondisi yang nyata di depan mata.
Gereja masa kini membutuhkan pemimpin seperti Nehemia yang tidak hanya tekun berdoa, tetapi juga memahami kondisi pelayanan yang nyata dan mampu mempersiapkan orang-orang untuk terlibat dalam pelayanan. Para pemimpin gereja perlu menolong anggota jemaat melihat kebutuhan pelayanan, memperlengkapi mereka dengan kemampuan untuk melayani, dan membimbing mereka untuk mengandalkan Allah dalam pelayanan. Bagaimana dengan gereja Anda? Usaha konkret apakah yang dilakukan untuk mempersiapkan anggota jemaat agar memahami kebutuhan pelayanan dan bersedia terlibat dalam pelayanan?